Mantan Ketua DPR Setya Novanto (kanan) saat bersaksi untuk terdakwa Eni Maulani Saragih - Medcom.id/Damar Iradat.
Mantan Ketua DPR Setya Novanto (kanan) saat bersaksi untuk terdakwa Eni Maulani Saragih - Medcom.id/Damar Iradat.

Novanto Tak Tahu Bakal Diguyur Rp91 Miliar

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 18 Desember 2018 15:11
Jakarta: Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku tak mengetahui Johannes Budisutrisno Kotjo berencana memberinya uang sebesar US$6 juta (setara Rp91,1 miliar). Novanto mengaku baru mengetahuinya di persidangan.
 
Novanto yang turut dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara suap terkait proyek PLTU Riau-I yang menyeret mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih itu mengaku kaget namanya tercantum dalam daftar nama penerima uang dari Kotjo. Ia merasa sejak awal tidak pernah diberitahu soal pembagian jatah hadiah oleh bos Blackgold Natural Resources Limited itu.
 
"Tentu saya cukup kaget juga karena Kotjo belum pernah sampaikan ke saya," kata Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mulanya, jaksa memperlihatkan barang bukti berupa catatan milik Kotjo yang berisi daftar nama pihak yang rencananya bakal mendapat jatah setelah ia mendapatkan agen hadiah 2,5 persen dari nilai proyek PLTU Riau-I. Dari salah satu daftar itu tercantum nama Novanto.
 
(Baca juga:Kotjo Sebut Novanto Berjasa dalam Proyek PLTU Riau-I)
 
Dalam catatan itu, Novanto mendapatkan jatah US$6 juta sama seperti Kotjo. Sementara, pihak lain mendapatkan lebih sedikit dari jatah tersebut.
 
Menurut Novanto, Kotjo sejak awal tak pernah menceritakan hal tersebut. Apalagi, saat itu dirinya juga sudah mulai jarang bertemu dengan Kotjo lantaran tengah tersandung kasus korupsi KTP-el.
 
"Waktu itu kan saya kena kasus KTP-el, jadi Pak Kotjo sudah enggak pernah ketemu lagi sama saya," ujar dia.
 
Dalam sidang, Kotjo mengaku tak pernah membahas rencana pemberian itu ke Novanto maupun Eni. Ia mengaku menyimpan hal tersebut rapat-rapat sebelum proyek PLTU Riau-I rampung.
 
"Semua nama yang ditulis enggak tahu dia akan dapat uang. Yang tahu cuma saya, tapi karena disita KPK, maka KPK tahu," ujar Kotjo.
 
(Baca juga:Kotjo Tak Tahu Bantuannya Termasuk Suap)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi