Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Bendahara Pemuda Muhammadiyah Mangkir Panggilan Penyidik

Nasional kasus korupsi muhammadiyah
Siti Yona Hukmana • 28 Februari 2019 15:21
Jakarta: Bendahara Pemuda Muhammadiyah Fuji Abdurrohman mangkir pemanggilan polisi. Sedianya, dia dan Ketua Panitia acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani diperiksa penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kamis, 28 Februari 2019 pukul 10.00 WIB.
 
"Sebenarnya manggil Fuji dan ketua panitia. Tapi, tidak datang mereka," kata Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Meski demikian, Bhakti mengatakan satu orang saksi lainnya tetap diperiksa. Dia berasal dari Yogyakarta. "Hanya untuk klarifikasi saja terkait kegiatan riil," ujar Bhakti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bhakti enggan membeberkan nama dan jabatan saksi dari Yogyakarta tersebut. Pemeriksaan saat ini masih berlangsung.
 
Baca juga:KPK Diminta Ambil Alih Kasus Korupsi Dana Kemah
 
Polisi belum menetapkan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana kemah oleh Pemuda Muhammadiyah ini. Polisi masih berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan jumlah kerugian negara.
 
Kasus dugaan korupsi dana kemah telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
 
Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena merasa dituding menilap uang. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaa (LHP) BPK.
 
Sementara itu, sejumlah penasihat hukum mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus tersebut. Kasus dugaan korupsi dana kemah yang saat ini ditangani polisi dinilai janggal.
 
Baca juga:Dahnil: Polisi Main Lucu-lucuan
 
"Tujuan kami datang ke KPK ada dua. Pertama, untuk meminta KPK mengambil alih penyelidikan terhadap dugaan korupsi terkait dana kemah yang selama ini kawan-kawan ‎mengetahui dilakukan kepolisian, tapi menyasar pemuda Muhammadiyah saja," kata kuasa hukum Dahnil, Nurkholis Hidayat usai bertemu bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Nurkholis yang didampingi sejumlah mantan pengurus Pemuda Muhammadiyah menjelaskan permintaan ini dilakukan karena pihaknya ingin membuktikan ada atau tidaknya unsur rasuah yang dilakukan Dahnil dalam kasus tersebut. Apalagi, kata dia, pengambilalihan kasus didukung oleh UU KPK dan UU Tipikor.
 
"Dasar kami meminta pengambilalihan ini karena selain dimungkinkan secara hukum, berdasar UU KPK dan UU Tipikor, juga karena terlalu banyak kejanggalan yang kami hadapi dalam proses penyelidikan oleh Kepolisian," kata dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif