Penyidik senior KPK Novel Baswedan menunjukkan poster dukungan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus yang menimpa dirinya, Jakarta, Kamis (22/2). (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Penyidik senior KPK Novel Baswedan menunjukkan poster dukungan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus yang menimpa dirinya, Jakarta, Kamis (22/2). (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Kapolri Diminta Segera Bentuk TGPF Kasus Novel

Nasional novel baswedan
Kautsar Widya Prabowo • 22 Desember 2018 04:01
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyerangan Novel Baswedan. Pasalnya, kepolisian hingga kini belum bisa mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

"Untuk membentuk TGPF untuk mengungkap fakta peristiwa dan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan," Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Sanrayati Moniaga di Kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Desember 2018.

Menurut Sanrayati, TGPF bisa melibatkan KPK, tokoh masyarakat, dan pakar. Kasus Novel Baswedan tak boleh dibiarkan mengendap. Ia mengaku geram melihat kinerja polisi yang terlalu lama dalam mengungkap pelaku. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Memastikan tim gabungan dibentuk segera mungkin, bekerja cepat, efektif sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya. Sanrayati menyebut, Komnas HAM saat ini sudah Tim Pemantau terkait kasus penyiriman air keras terhadap Novel. Tim ini dibentuk berdasarkan keputusan sidang paripurna Komnas HAM pada 6-7 Februari 2018.

Tim terdiri dari Sandrayati Moniaga sebagai ketua, dan Ahmad Taufan Damanik, M. Choirul Anam sebagai anggota. Tim melibatkan unsur tokoh masyarakat seperti Franz Magnis Suseno, Abdul Munir Mulkhan, Alissa Wahid, dan Bivitri Susanti. Tim akan bertugas selama tiga bulan.

Hasil pemantauan tim hanya berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada lembaga penegak hukum dan stakeholder terkait. Tim ini akan bekerja secara terbuka dan bekerja sama dengan pihak terkait.


(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi