Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id

Mantan Wakil Bupati Malang Segera Diadili

Nasional
Fachri Audhia Hafiez • 05 Januari 2019 05:00
Jakarta: Mantan Wakil Bupati Malang, Ahmad Subhan segera diadili terkait dugaan suap pengurusan izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto.Subhan akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur.
 
Selain Ahmad, empat tersangka lain juga akan menjalani sidang. Mereka di antaranya Direktur Operasi PT Protelindo, Onggo Wijaya; Permit & Regulatory Head Tower Bersama Group, Ockyanto; Direktur CV Sumajaya Citra Abadi, Achmad Suhawi; dan swasta atau penyedia jasa di PT Tower Bersama Group, Nabiel Titawano.
 
"Penyidikan untuk lima tersangka telah selesai. Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan lima tersangka sidang akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri menjelaskan, jumlah saksi yang akan dihadirkan 46 orang. Saksi-saksi berasal dari beberapa instansi.
 
Saksi berasal dari Vice President Planning Telkomsel; Vice President Director dan karyawan PT Protelindo; Direktur PT Tower Bersama; Division Head Finance and Treasury PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Grup), dan Project Management Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Grup).
 
"Kemudian karyawan PT. Ardi Ardana Sembada Karya; Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Kabupaten Mojokerto; Mantan Kepala BPTPM Kabupaten Mojokerto; PNS Dinas Koperasi UMKM Kota Kediri, dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto," ucap Febri.
 
Baca:Eks Wakil Bupati Malang jadi Tersangka Suap
 
KPK sebelumnya menetapkan Bupati nonaktif Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu dugaan suap terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 dan gratifikasi.
 
Selain Mustofa, penyidik juga menetapkan tersangka atas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto, Zainal Abidin; Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Grup, Ockyanto; dan Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya.
 
Namun, pada pengembangan kasus, penyidik kembali menetapkan tiga tersangka lain yakni Wakil Bupati Malang sekaligus Direktur CV Central Manunggal, Ahmad Subhan; Direktur PT Sumawijaya, Achmad Suhawi; dan satu pihak swasta Nabiel Titawano.
 
Dalam kasus suap pembangunan menara telekomunikasi, Mustofa diduga menerima suap sebesar Rp2,7 miliar. Sementara pada kasus dugaan gratifikasi terkait proyek di lingkungan pemerintahan Kabupaten Mojokerto, Mustofa bersama Zainal diduga menerima Rp3,7 miliar.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif