Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Kritik Keras Novel buat Tim Gabungan Polri

Nasional novel baswedan
Juven Martua Sitompul • 26 April 2019 15:32
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sia-sia. Sebab, tim gabungan tak mampu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.
 
"Kalau hanya dilakukan investigasi yang sifatnya sekadarnya saja, saya kira percuma," kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.
 
Novel ingin penegak hukum berkomitmen menuntaskan teror keji tersebut. Tim yang dibentuk juga harus benar-benar serius menangkap, bahkan mengungkap dalang penyiraman air keras.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau tim gabungan dari Pak Kapolri, saya tidak yakin itu mandatnya kuat," ujarnya.
 
Tim gabungan ini dibentuk sejak 8 Januari 2019. Mereka berjumlah 65 anggota yang terdiri dari sejumlah unsur seperti Polri, KPK, ahli, dan tokoh masyarakat.
 
Ahli yang dilibatkan dalam tim tersebut antara lain, peneliti LIPI Hermawan Sulistyo, Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rivai, Ketua Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017 Nur Kholis.
 
Tim gabungan ini sempat bertemu dengan pimpinan KPK pada Rabu, 24 April 2019. Mereka berjanji memberikan hasil temuan-temuannya pada Mei 2019.
 
Namun, Novel tak berharap apapun dari janji tim gabungan bentukan Kapolri itu. Terlebih, belum ada perkembangan yang signifikan dari hasil kerja tim gabungan.
 
"Yang kedua, sejak awal pembentukan tim ini juga bagi saya kurang meyakinkan, jadi saya tidak ingin menanggapi sesuatu yang belum ada," tegas dia.
 
Hal sama disampaikan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo. Dia tak yakin tim gabungan mampu mengungkap kasus Novel.
 
Yudi bahkan menyarankan para ahli yang tergabung dalam tim gabungan tersebut untuk mundur. KPK akan mendorong pemerintah segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF).
 
"Harapan kami bahwa tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang sudah kita suarakan dari awal kasusnya Bang Novel itu dibentuk oleh Presiden," kata Yudi.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif