Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif (tengah) didampingi dua petugas KPK menunjukkan barang bukti kasus korupsi perizinan proyek pembangunan Meikarta di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Pius Elangga/MI
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif (tengah) didampingi dua petugas KPK menunjukkan barang bukti kasus korupsi perizinan proyek pembangunan Meikarta di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Pius Elangga/MI

KPK akan Panggil Ayah Bupati Cianjur

Nasional OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 14 Desember 2018 03:51
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memanggil Tjetjep Muchtar Soleh, ayah dari Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar. Tjetjep akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.
 
Tjetjep merupakan Bupati Cianjur dua periode sebelum Irvan. Tjetjep juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Cianjur.
 
"Dari informasi awal yang kita dapatkan bahwa baliau (Tjetjep) juga akan diperiksa," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Tjetjep, menurut Syarif, penyidik juga bakal memeriksa pihak-pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut. Namun, dia masih menolak menyebut nama-nama saksi dimaksud.
 
"Ya semua pihak yang (terkait). Pertama yang ikut ditangkap kemarin itu akan diperiksa dan pihak-pihak lain yang belum dipanggil," ujarnya.
 
Syarif mengaku tak habis pikir dengan tindak korupsi yang dilakukan Irvan dan kolega. Sebab, anggaran yang seharusnya dipergunakan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cianjur melalui pendidikan, justru disalahgunakan demi kepentingan pribadi.
 
"Kalau kita lihat konstruksinya yang seperti dibacakan kemarin itu, itu bukan suap, tapi bagian dari pemerasan semacam itu," pungkasnya.
 
KPK menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018. Irvan ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi; Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin; dan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Sethiady.
 
Dalam kasus ini, Irvan diduga memotong DAK Pendidikan sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar. Irvan juga diduga telah memerintahkan jajarannya agar memotong dana yang telah dialokasikan ke 140 SMP.
 
Atas perbuatannya, keempat tersangka tersebut dijerat Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif