Kotjo Minta Diperkenalkan ke Sofyan Basir Lewat Novanto
Terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo memberikan keterangan sebagai terdakwa - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo mengaku meminta bantuan mantan Ketua DPR Setya Novanto untuk diperkenalkan kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir. Ia berharap bisa bertemu dengan Sofyan untuk membicarakan proyek PLTU Riau-I.

Hal tersebut diungkapkan Kotjo saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 15 November 2018. Kotjo mengungkapkan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited berminat mengerjakan proyek PLTU Riau-I.

"Saya minta dikenalkan ke Pak Sofyan Basir. Kemudian saya dikenalkan Pak Setya Novanto ke Ibu Eni (Eni Maulani Saragih, eks Wakil Ketua Komisi VII DPR RI)," kata Kotjo.


Dia mengaku saat itu Novanto menyebut kalau
Eni bisa membantu memfasilitasi pertemuan dengan Sofyan. Sebab, Eni dan Sofyan sempat beberapa kali bertemu dalam rapat kerja di DPR.

Ia menceritakan, awalnya, pada 2015 Rudi Herlambang, selaku Direktur PT Samantaka Batubara mengirimkan surat kepada PLN terkait minatnya dalam menggarap proyek PLTU Riau-I. PT Samantakan merupakan anak perusahaan Blackgold.

"Jadi, sebelum ke PLN pusat, beliau (Rudi) itu mengunjungi ke lokal PLN di Pekanbaru untuk memastikan proyek, berdasarkan rekomendasi provinsi, dia disuruh bikin surat ke PLN pusat," jelas Kotjo.

(Baca juga: Novanto dan Sofyan Basir Bicarakan Proyek 35 Ribu Megawatt)

Setelah itu, kata dia, surat dari PT Samantaka tak kunjung direspons oleh PLN. Oleh karena itu, ia meminta bantuan Novanto yang sudah ia kenal sejak awal 1980-an itu untuk diperkenalkan dengan Sofyan.

"Saya berpikir, saya harus ketemu dengan Pak Sofyan Basir untuk direspons, apa PLN berminat jika Blackgold berpartisipasi dalam PLTU Riau-I," tutur dia.

Dalam persidangan sebelumnya, Eni Saragih dan Novanto mengaku Kotjo meminta tolong diperkenalkan dengan Sofyan Basir. Sofyan dalam persidangan yang sama juga mengaku jika perkenalannya dengan Kotjo difasilitasi oleh Eni Saragih,

Sebelumnya, Johannes Kotjo didakwa menyuap Eni dan eks Menteri Sosial Idrus Marham sebesar Rp4,750 miliar. Suap kepada dua elite Partai Golkar itu dilakukan secara bertahap dari akhir 2017 hingga Juli 2018.

Suap diberikan pada 18 Desember 2017, 14 Maret 2018, 8 Juni 2018, dan 13 Juli 2018. Fulus itu diberikan agar Eni dan Idrus mengegolkan BlackGold Natural Recourses Limited sebagai pemenang lelang pembangunan PLTU Riau-1.





(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id