Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: Antara/Agus Bebeng
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: Antara/Agus Bebeng

KPCDI Bakal Gugat Perpres Perubahan Iuran JKN ke MA

Nasional BPJS Kesehatan
Atalya Puspa • 14 Mei 2020 08:01
Jakarta: Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) berencana menggugat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perpres itu mengatur soal kenaikan iuran untuk kelas I dan II, sedangkan iuran kelas II naik pada 2021.
 
"KPCDI akan berencana mengajukan uji materi ke MA kembali atas Perpres tersebut. Dan saat ini KPCDI sedang berdiskusi dengan Tim Pengacara dan menyusun materi gugatan," kata Ketua Umum KPCDI Tony Samosir dalam keterangan resmi, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Tony menyayangkan sikap pemerintah yang menerbitkan peraturan tersebut di tengah situasi wabah virus korona. Dia menilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini akan memberatkan masyarakat meski angkanya berbeda dengan awal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"KPCDI menilai hal itu sebagai cara pemerintah untuk mengakali keputusan MA tersebut," imbuhnya.
 
Baca: Pemerintah Diminta Batalkan Kenaikan Iuran BPJS
 
Sebelumnya, KPCDI berhasil memenangkan uji materi atas Perpres Nomor 75 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan di MA. Kenaikan iuran peserta JKN yang diatur dalam Perpres tersebut dibatalkan.
 
Namun, pemerintah kembali mengeluarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Perpres tersebut, pemerintah kembali membuat tarif baru untuk iuran JKN yang berlaku mulai Juli 2020, dengan rincian kelas I Rp150 ribu, kelas II Rp100 ribu, dan kelas III Rp25.500.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif