Ilustrasi Kejaksaan Agung. Dok. Media Indonesia
Ilustrasi Kejaksaan Agung. Dok. Media Indonesia

Kejagung Diminta Evaluasi Tim Eksekutor

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Candra Yuri Nuralam • 31 Juli 2020 11:24
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta mengevaluasi kinerja tim eksekutornya. Sebab buronan Kejagung, Djoko Soegiarto Tjandra, malah ditangkap Polri.
 
"Sebab, tim tersebut pada kenyataannya gagal meringkus terpidana kasus korupsi tersebut," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020.
 
ICW meminta Kejagung mengevaluasi timnya secara keseluruhan. Kinerja Kejagung dipertanyakan dalam kasus Djoko Tjandra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ICW juga meminta Kejagung mendalami motif Jaksa Pinangki Sirna Malasari saat menemui Djoko Tjandra. ICW curiga pertemuan itu 'bau amis'.
 
"Jika ada aliran dana dari Djoko Tjandra terhadap yang bersangkutan, maka sudah selayaknya kejaksaan berkoordinasi dengan KPK untuk dapat memproses hukum atas sangkaan tindak pidana suap dan obstruction of justice," ujar Kurnia.
 
Baca: Ketua Komisi III: Bareskrim Buktikan Negara Tak Kalah oleh Djoko Tjandra
 
ICW meminta Kejagung tegas pada Jaksa Pinangki. Menurut ICW Jaksa Pinangki tak pantas ada di Kejagung.
 
"ICW juga mendesak agar Korps Adhyaksa segera memberhentikan yang bersangkutan sebagai jaksa di Kejagung," tegas Kurnia.
 
Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia. Djoko diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma malam ini, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Penangkapan Djoko buah kerja sama Polri dengan Polis Diraja Malaysia (PDM). Otoritas Negeri Jiran memberi informasi posisi Djoko Kamis, 30 Juli 2020.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif