Polisi Tangkap 41 Pelaku Terorisme di Surabaya

Fachri Audhia Hafiez 01 Juni 2018 10:01 WIB
terorisme
Polisi Tangkap 41 Pelaku Terorisme di Surabaya
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian--Medcom.id/Ilham Wibowo
Surabaya: Polri kembali menangkap 41 terduga teroris yang diduga terkait dengan serangkaian bom bunuh diri di Kota Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Seluruh pelaku berhasil teridentifikasi.

"Kami bergerak cepat pasca-terjadinya serangkaian bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo pada 13 hingga 14 Mei lalu dan berhasil mengidentifikasi para pelaku," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, seperti dilansir Antara, Kamis, 31 Mei 2018.

Tito memaparkan, dari 41 terduga teroris tersebut, empat orang di antaranya ditembak mati, karena berupaya melawan aparat saat hendak ditangkap. "Satu lagi terduga teroris asal Probolinggo menyerahkan diri di kepolisian resor setempat, karena hidupnya tidak tenang dan merasa dikejar-kejar," tutur Tito.


Dia memastikan kecepatan kerja Polri dalam menangani serangkaian bom bunuh diri yang menyerang sejumlah tempat di Kota Surabaya dan Sidoarjo tersebut dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat.

"Ada beberapa pelajaran yang kita petik dari serangan terorisme di Kota Surabaya dan Sidoarjo. Pertama, betapa kota kita yang indah seperti Surabaya ini ternyata tidak lepas dari incaran terorisme. Kedua, terorisme kini telah melibatkan keluarga, termasuk ibu dan anak-anaknya," papar Tito.



Tito mengungkapkan, pelajaran yang dipetik dari peristiwa tersebut bukan cuma soal bagaimana kepolisian harus berpikir untuk bisa mengungkap dan menangkap para pelaku. Melainkan, harus punya strategi pencegahan agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi.

Serangkaian bom bunuh diri di sejumlah tempat di Kota Surabaya dan Sidoarjo dilakukan tiga keluarga, yang menewaskan 13 pelaku. Sebanyak 14 korban tewas dalam kejadian ini dan 42 lainnya mengalami luka-luka.



(YDH)