Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Ditahan 21 Hari, Brigadir NP Dianggap Loyal dan Masih Muda

Nasional polri pelanggaran etik Demonstrasi Mahasiswa polisi smackdown mahasiswa Polisi Banting Mahasiswa Kekerasan Polisi
Fachri Audhia Hafiez • 23 Oktober 2021 18:36
Jakarta: Oknum polisi Brigadir NP yang membanting mahasiswa, Fariz, dijatuhi sanksi berupa penahanan selama 21 hari. Sanksi itu diberikan dengan sejumlah pertimbangan, salah satunya NP dianggap loyal terhadap Korps Bhayangkara.
 
"Brigadir NP selama 12 tahun berdinas tidak pernah dihukum baik disiplin, kode etik profesi Polri juga sanksi pidana," kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga melalui keterangan tertulis, Sabtu, 23 Oktober 2021.
 
Menurut Shinto, Brigadir NP menunjukkan loyalitasnya sebagai abdi negara. Dia disebut aktif dalam pengungkapan kasus-kasus yang menjadi atensi publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seperti street crime, kasus pembunuhan bahkan pengungkapan kasus narkoba," ucap Shinto.
 
Selain itu, Brigadir NP mendapatkan sejumlah penghargaan. Mulai dari mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan hingga ungkap kasus pembobolan ATM BRI.
 
Shinto Silitonga menyebut pertimbangan lain dari hukuman itu karena NP masih memiliki istri dan anak yang harus dinafkahi. NP juga disebut masih berusia muda. Sehingga, kariernya di kepolisian masih panjang.
 
"Brigadir NP memiliki istri dengan tiga orang anak dan menjadi tulang punggung keluarga. Brigadir NP masih relatif muda," ujar Shinto.
 
Baca: Cegah Kekerasan, Polri Diminta Mengawasi Anggota Lewat Kamera Tubuh
 
Sebelumnya, Brigadir NP membanting (smackdown) mahasiswa UIN SMH Banten, Fariz. Aksi itu viral di media sosial (medsos).
 
Dalam video berdurasi 48 detik yang tersebar, Brigadir NP membanting Fariz hingga terkapar saat berdemonstrasi di Kantor Bupati Tangerang. Brigadir NP telah meminta maaf atas kejadian di luar dari standar operasional prosedur (SOP) soal pengamanan itu.
 
Brigadir NP dikenakan sanksi dari Bidpropam Polda Banten. Brigadir NP dikenakan sanksi penahanan di tempat khusus selama 21 hari.
 
Lalu, mutasi yang bersifat demosi menjadi Bintara Polresta Tangerang tanpa jabatan. Brigadir NP juga diberikan teguran tertulis yang secara administrasi akan mengakibatkan Brigadir NP tertunda dalam kenaikan pangkat, dan terkendala untuk mengikuti pendidikan lanjutan.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif