Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (kiri). MI/Susanto
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (kiri). MI/Susanto

ICW Nilai Putusan Etik Lili Pintauli Tak Sebanding

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi Penegakan Hukum pelanggaran etik
Candra Yuri Nuralam • 31 Agustus 2021 06:00
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai putusan sidang etik Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar tidak pantas. ICW tidak setuju pemotongan gaji pokok 40 persen untuk Lili masuk dalam kategori berat.
 
"Putusan Dewan Pengawas (Dewas) KPK ini terbilang ringan karena tidak sebanding dengan tindakan yang telah dilakukan oleh Lili," kata Peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Selasa, 31 Agustus 2021.
 
Kurnia mengatakan fakta persidangan etik harusnya membuat Lili dihukum lebih berat. Lili terbukti membahas perkara dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu, Lili juga turut membantu perkara mantan Walikota Tanjung Balai, Syahrial, dengan cara menjalin komunikasi dan memberikan kontak seorang advokat di Medan," ujar Kurnia.
 
Perbuatan Lili diyakini sudah mencoreng instansi. Hal itu dinilai tidak layak karena KPK merupakan instansi pemberantas korupsi di Indonesia.
 
Baca: Terbukti Langgar Etik, Lili Pintauli Diminta Mundur dari KPK
 
"Perbuatan Lili Pintauli dapat disebut sebagai perbuatan koruptif, sehingga Dewan Pengawas seharusnya tidak hanya mengurangi gaji pokok Lili, tetapi juga meminta yang bersangkutan segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisioner KPK," tutur Kurnia.
 
Lili Pintauli Siregar dinyatakan melanggar etik karena dihubungi Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial. Lili mendapatkan hukuman berat atas tindakannya itu.
 
"Menghukum terperiksa dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan," kata Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung Dewas KPK, Jakarta Selatan, Senin, 30 Agustus 2021.
 
Lili melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf b dan a dalam Peraturan Dewas Nomor 02 Tahun 2020 tantang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku. Hukuman berat dinilai pantas untuk Lili.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif