Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. Foto: MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. Foto: MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Ini Peran 19 Penyusup Iklan Judi Online di Situs Pemerintah

Nasional polri perjudian judi online Penegakan Hukum Iklan Judi Online di Situs Pemerintah
Siti Yona Hukmana • 13 Oktober 2021 19:57
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menangkap 19 tersangka dalam kasus penyusupan iklan judi online di situs pemerintah. Peran para tersangka berbeda-beda. 
 
"Polisi menemukan ATR yang memasang back link (link perjudian online)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Oktober 2021. 
 
Tersangka ATR ditangkap di Boyolali, Jawa Tengah. Pria usia 28 tahun itu seorang wiraswasta. Polisi menemukan handphone dan personal komputer (PC) di kediamannya saat ditangkap beberapa waktu lalu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perannya sebagai marketing jasa judi online," ujar Argo. 
 
Penyidik Dittipidsiber melakukan pendalaman berbekal keterangan ATR. Kemudian, mendapatkan tersangka AN di Bondowoso, Jawa Timur.
 
"Perannya tukang menyiapkan akses. Tentunya akses dalam software, perlu tes, dia bagian membuat akses ilegal," ujar Argo. 
 
AN diringkus di kediamannya beberapa waktu lalu. Polisi menyita ponsel, rekening bank, surat tanda nomor kendaraan (STNK), buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) mobil, deposito Rp50 juta, sertifikat tanah dan rumah di Bondowoso. Barang bukti itu disebut merupakan hasil dari iklan judi online. 
 
"Kita dalami kembali tersangka AN, dia dibantu oleh tersangka HS. Peran HS mengakses situs pemerintah untuk menempatkan artikel berisikan link judi online dari tersangka ATR," beber Argo. 
 
Selanjutnya, penyidik menangkap NFR di Malang, Jawa Timur. Argo menyebut keempat tersangka saling mengenal. Sebab, kerjanya saling mendukung satu sama lain. 
 
Iklan judi online yang disusupi di situs pemerintah itu diketahui diakses oleh 15 orang yang berada di Meruya, Jakarta Barat. Penyidik melacak keberadaan 15 pelaku dari aplikasi yang dimiliki keempat tersangka sebelumnya. 
 
Baca: 19 'Pengiklan' Judi Online di Situs Pemerintah Ditangkap
 
"Kita bayangkan dari Boyolali dirajut, Bondowoso dirajut, Malang dirajut. Eh tahunya yang menggunakan di Jakarta. Contoh yang diunggah dadu, ada beberapa nanti biar masyarakat tertarik untuk main judi ini," ungkap Argo. 
 
Argo menyebut, ke-15 tersangka itu adalah penyelenggara judi, satu di antaranya merupakan perempuan. Menurut Argo, ke-15 tersangka itu kedapatan menggunakan laptop, komputer, menerima pembayaran judi online hingga mengumpulkan transaksi keuangan 
 
"Kita amankan 14 website, token bank, CPU. Kita sedang dalami daripada pelaku sudah berapa tahun melakukan, berapa bulan, aksesnya kemana saja, deposit. Ini masih pengembangan," beber Argo. 
 
Pengusutan ini berawal atas pemberitaan dan informasi yang diterima Siber Bareskrim adanya iklan judi online di situs-situs pemerintah pada Agustus 2021. Pelaku memanfaatkan situs pemerintah untuk menaikkan rating iklan judi online tersebut. 
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif