Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Anggota TNI-Polri Bentrok di Tembagapura Akan Ditindak Tegas

Nasional polri tni-polri bentrokan aparat bentrok TNI-Polri
Siti Yona Hukmana • 30 November 2021 03:42
Jakarta: Anggota TNI-Polri dari Satgas Nanggala Kopassus dan Satgas Amole terlibat bentrok di Mess Hall, Tembagapura, Mimika, Papua, pada Sabtu, 27 November 2021. Aparat keamanan yang terlibat bentrok itu dipastikan akan ditindak tegas.
 
"Yang melanggar sesuai dengan aturan dan komitmen dari pimpinan TNI dan Polri akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada Medcom.id, Senin, 29 November 2021.
 
Bentrokan itu dipastikan tidak menggerus sinergisitas dan soliditas TNI-Polri. Pasalnya, tidak semua anggota TNI-Polri terlibat bentrokan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu segelintir oknum saja," ujar Dedi.
 
Namun, Dedi emoh berkomentar soal bentrokan TNI-Polri kerap terjadi karena pemerintah diduga tak kunjung melaksanakan TAP MPR Nomor 7 Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri sebagai Aparat Pertahanan dan Keamanan. Dedi mempersilakan tanya hal tersebut ke pakar.
 
"Kalau itu tanya ke pakar saja," ucap Dedi.
 
Baca: Jual Rokok di Tembagapura, Anggota Polri Disebut Tidak Melanggar Hukum
 
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut permasalahan bentrokan prajurit TNI-Polri. Dia mengatakan pihaknya tengah mendalami dugaan pelanggaran pidana atas bentrokan itu.
 
"Pusat Polisi Militer TNI bersama sama dengan Pusat Militer TNI AD sedang lakukan proses terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," kata Andika.
 
Bentrokan TNI-Polri itu terjadi tepatnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 depan Mess Hall, Timika, Papua. Bentrok berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 sedang berjualan rokok.
 
Kemudian, 20 personel Nanggala Kopassus datang untuk membeli rokok dan komplain dengan harga jualnya. Kemudian, puluhan anggota TNI mengeroyok enam anggota Polri menggunakan benda tumpul dan tajam.
 
Sebanyak enam anggota Polri mengalami luka-luka. Namun, kedua belah pihak diklaim telah sepakat berdamai.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif