Tersangka. Ilustrasi: Medcom.id.
Tersangka. Ilustrasi: Medcom.id.

Kejagung Ganti Jaksa yang Jadi 'Pasien' KPK

Nasional OTT KPK
Cindy • 03 Juli 2019 13:03
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menganti menyerahkan jabatan asisten pidana umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (aspidum Kejati) yang dipegang Agus Winoto kepada Roberthus Melchisedek Tacoy. Agus dicopot setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Mengganti pejabat lama Agus Winoto dengan Roberthus Tacoy yang saat ini menjabat asisten intelijen DKI Jakarta," kata Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Jan Samuel Maringka di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Menurut dia, jabatan asisten intelijen DKI Jakarta yang kosong bakal diisi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Timur Teuku Rahman. Jabatan kajari Jakarta Timur juga bakal diserahterimakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk mengisi posisi Kejaksaan Negeri Jakarta Timur diisi oleh saudara Yudi Kristiani. Ini juga mantan jaksa pada KPK," ucap Samuel.
 
Pelantikan ketiga jaksa tersebut dilakukan pada hari ini. Samuel berharap mereka dapat bekerja untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penanganan perkara di kejaksaan.
 
Sebelumnya, KPK menetapkan Agus Winoto sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Agus menjadi 'pasien' KPK bersama Sendy Perico, pihak yang berperkara, dan kuasa hukumnya, Alvin Suherman.
 
Suap berawal saat Sendy melaporkan pihak lain yang menipu dan melarikan uang investasinya sebesar Rp11 miliar. Sebelum tuntutan dibacakan, Sendy dan Alvin telah menyiapkan uang untuk jaksa penuntut umum agar memperberat tuntutan kepada penipu Sendy.
 
Namun, saat persidangan berlangsung, Sendy dan pihak yang dituntut memutuskan berdamai. Setelah proses perdamaian rampung pada 22 Mei 2019, pihak yang dituntut meminta Sendy meringankan tuntutannya, yakni satu tahun penjara.
 
Alvin selaku kuasa hukum Sendy selanjutnya mendekati jaksa melalui seorang perantara. Sang perantara kemudian menginformasikan rencana tuntutannya selama dua tahun.
 
Alvin kemudian diminta menyiapkan uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian jika ingin tuntutannya berkurang menjadi satu tahun. Alvin dan Sendy menyanggupi permintaan dan berjanji menyerahkan syarat tersebut, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Sendi menuju bank dan meminta Ruskian Suherman, pihak swasta, mengantar uang ke Alvin di pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat pagi. Sekitar pukul 11.00 WIB, Sugiman Sugita mendatangi Alvin untuk menyerahkan dokumen perdamaian.
 
Baca: Ditangkap KPK, Aspidum Kejati DKI Diberhentikan
 
Sekitar pukul 12.00 WIB, Ruskian mendatangi Alvin menyerahkan uang Rp200 juta yang dibungkus dalam kantong keresek hitam. Alvin kemudian menemui Kepala Subdirektorat Penuntutan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Yadi Herdianto di kompleks perbelanjaan yang sama untuk menyerahkan kantong keresek berwarna hitam yang diduga berisi uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian. Yadi selanjutnya menuju Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk menyerahkan uang tersebut kepada Agus Winoto.
 
Agus Winoto selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11‎ Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
Alvin dan Sendy selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif