Lambang KPK. Foto: MI/Panca Syurkani.
Lambang KPK. Foto: MI/Panca Syurkani.

Pansel KPK Pantau Isu 'Polisi Taliban vs Polisi India'

Nasional seleksi pimpinan kpk
Candra Yuri Nuralam • 14 Juli 2019 12:12
Jakarta: Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK), Yenti Garnasih, mengatakan isu adanya kubu-kubu di dalam Korps Antikorupsi akan jadi pertimbangan. Pansel bakal mencari sosok yang bisa memperbaiki isu 'polisi Taliban vs polisi India' di KPK.
 
"Kita mencari pimpinan yang profesional, mempunyai visi besar pemberantasan dan pencegahan korupsi," kata Yenti kepada Medcom.id, Minggu 14 Juli 2019.
 
Menurut dia, Pansel tidak sekadar mencari pimpinan yang bisa menguak korupsi di Tanah Air. Pasalnya, pimpinan periode 2019-2024 juga harus bisa mengatur permasalahan di tubuh KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Harus) mampu membawa KPK melaksanakan fungsi yang lain yaitu koordinasi supervisi dan monitoring sebagaimana diamanatkan undang-undang dan memahami betul managerial KPK," jelas dia.
 
Pakar tindak pidana pencucian uang dari Universitas Trisakti iru menegaskan jiwa kepemimpinan dari para capim akan dinilai. Pansel mencari orang yang bisa mengawasi bagian dalam maupun luar KPK.
 
"Tentu persyaratan lain juga terpenuhi yaitu mempunyai leadership, independen dan kompetensi yang memadai tentang segala masalah korupsi," ujar Yenti.
 
Isu 'Polisi Taliban vs Polisi India' pertama kali dilontarkan Ketua Presidium Indonesia Police watch (IPW) Neta S Pane. Hal ini bermuara pada seteru di internal KPK soal pimpinan yang mesti menjaga soliditas Lembaga Antirasuah.
 
Menurut IPW, 'polisi Taliban' merujuk pada kubu penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sementara itu, 'polisi India' mengarah pada kubu non-Novel. Pimpinan era Agus Rahardjo cs dianggap tak tegas menanggapi isu ini.
 
"(Komisioner) cenderung berpihak. Novel kan baru, harusnya mereka bersinergi menjaga soliditas. Jangan karena perkara Novel tidak terungkap, lalu menjadi alasan mereka sangsi terhadap institusi Polri. Novel sendiri kan anggota Polri dulunya," papar Neta, Minggu, 5 Mei 2019.
 
Baca: Pimpinan KPK Jilid V Harus Jadi Solusi Permasalahan Internal
 
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap membantah adanya kubu-kubuan antarpenyidik. Lembaga Antirasuah memastikan tidak ada istilah 'polisi Taliban vs polisi India' di internal.
 
Menurut dia, perbedaan pendapat antara pegawai di suatu lembaga merupakan hal yang wajar. Silang pandangan setiap pegawai internal, termasuk penyidik justru membuat KPK menjadi lebih sehat.
 
"Karena memang tugas sesama pegawai KPK adalah saling mengawasi jika kawannya melakukan pelanggaran etik dan melaporkan kepada pengawas internal," tegas Yudi, Sabtu, 13 Juli 2019.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif