Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. MI/Bayu Anggoro.
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. MI/Bayu Anggoro.

Kuasa Hukum Bantah Munarman Perintahkan Hapus Rekaman CCTV

Nasional Ninoy Karundeng
Kautsar Widya Prabowo • 10 Oktober 2019 07:24
Jakarta: Kuasa hukum Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Bachtiar Aziz, membantah kliennya memerintahkan tersangka Supriyadi (S) menghapus rekaman kamera pengawas dalam kasus dugaan penganiayaan relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng. Bachtiar memastikan rekaman itu masih utuh.
 
"Justru yang mau tau faktanya (rekaman CCTV) digunakan oleh pihak kepolisian," ujar Bactiar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Bachtiar mengatakan rekaman itu berada di tangan penyidik Polda Metro Jaya. Ia memastikan rekaman video itu masih lengkap, tak ada bagian yang dihilangkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menurut hemat kami untuk membongkar isi video itu ada prosedurnya gak bisa langsung, untuk sebagai barang bukti ya," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman, diduga ikut berperan dalam kasus penculikan dan penganiayaan pada Relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng. Munarman disebut meminta rekaman CCTV pada Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Falah, S.
 
"S dapat perintah untuk hapus CCTV dan kemudian tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019.
 
Argo menyebut saat kejadian S berada di lokasi. S diperintah Munarman menyalin data rekaman CCTV.
 
"Kemudian melaporkan semuanya kepada Pak Munarman," tambah Argo.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif