Eks Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya dan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) 2011-2014 Hendrisman Rahim. Foto: MI/ADAM DWI
Eks Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya dan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) 2011-2014 Hendrisman Rahim. Foto: MI/ADAM DWI

Ditahan Kejagung, Eks Dirut Jiwasraya Membisu

Nasional Jiwasraya
Juven Martua Sitompul • 14 Januari 2020 19:32
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan eks Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk, Hendrisman Rahim. Hendrisman ditahan usai diperiksa terkait kasus gagal bayar Jiwasraya.
 
Hendrisman keluar dari Gedung Bundar Kejagung sekitar pukul 18.30 WIB. Hendrisman yang mengenakan rompi merah muda dengan tangan diborgol menolak berkomentar terkait penahanannya.
 
Penyidik juga sudah menahan Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokro; Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan mantan Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Hary Prasetyo terkait kasus yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Kejagung belum mau mengonfirmasi penahanan ini. “Nanti dirilis,” kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Kasus Jiwasraya bermula dari laporan pengaduan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai dengan 2018.
 
Jiwasraya melalui unit kerja pusat bancassurance dan aliansistrategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.
 
Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen. Secara umum, RBC adalah pengukuran tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi, dengan ketentuan OJK mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.
 
Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi sebesar Rp1 triliun dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.
 
Saat ini ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik akan dipilih untuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.
 
Jiwasraya Putra telah membuat perjanjian kerja sama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng perusahaan BUMN seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Kereta Api Indonesia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif