Gedung Kementerian Agama. Foto: Googlemaps
Gedung Kementerian Agama. Foto: Googlemaps

KPK Kantongi Sejumlah Nama Dalam Suap Jual Beli Jabatan di Kemenag

Nasional OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 19 Maret 2019 07:42
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romi diduga mengatur jabatan sentral di Kemenag.
 
Romi disinyalir tak bermain sendiri dalam meloloskan 'kliennya'. Kuat dugaan ada pejabat internal Kemenag yang ikut 'bermain' memuluskan jabatan pesanan tersebut.
 
"Ya mungkin saja (dibantu internal Kemenag)," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lembaga Antirasuah tak menampik pejabat internal yang tengah disasar keterlibatannya oleh penyidik adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan. Dikaitkannya Lukman dalam kasus ini bukan tanpa alasan.
 
Apalagi, Lukman merupakan kader dari PPP, partai yang dipimpin Romi. Tak hanya itu, Romi sebagai anggota Komisi XI juga tak memiliki kewenangan di Kemenag. Komisi XI jelas bertugas di bidang keuangan.
 
Dugaan ini juga diperkuat dengan penggeledahan ruang kerja Lukman dan Kholis. Dari ruang kerja keduanya, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti yang berkaitan dengan perkara suap jual beli jabatan di Kemenag.
 
Dokumen yang disita terkait seleksi jabatan di Kemenag, termasuk dokumen hukuman disiplin terhadap jajarannya. Bahkan, penyidik menyita uang ratusan juta dari ruang kerja Lukman.
 
"Kami sita dari ruangan Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dollar dengan nilai seratusan juta rupiah," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.
 
Meski telah menyita uang, KPK masih bergeming saat dikonfirmasi lebih jauh keterlibatan Lukman. Alasannya, penyidik masih memerlukan cukup bukti untuk membuat terang dugaan tersebut.
 
Lembaga Antirasuah hanya memastikan telah mengantongi nama pihak yang ikut cawe-cawe jabatan di Kemenag. 'Pembantu' Romi bakal diungkap setelah penyidik menemukan bukti yang cukup.
 
"Tentu sudah kami identifikasi ya, tapi sampai saat ini tentu belum bisa disampaikan karena hal itu terkait dengan materi penanganan perkara nanti akan kami dalami terlebih dahulu," kata Febri.
 
Febri juga mengamini pihaknya tengah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukman Hakim. Menurutnya, informasi agenda pemeriksaan politikus PPP itu akan disampaikan ke publik dalam waktu dekat.
 
"Nanti baru diinformasikan lagi kalau sudah ada jadwalnya," pungkasnya.
 
Romi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ); dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan di Kemenag untuk kedua penyuap tersebut.
 
Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan di Kemenag untuk kedua orang tersebut. Muafaq dan Haris diduga menghubungi Romi untuk mengurus proses seleksi jabatan di Kemenag.
 
Atas perbuatannya, Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan, Muafaq dan Haris selaku pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terhadap Muafaq, KPK mengenakan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif