Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Irwansyah Putra)
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Irwansyah Putra)

Satgas Antipolitik Uang Terima Ratusan Laporan

Nasional politik uang
Candra Yuri Nuralam • 16 April 2019 14:03
Jakarta: Satgas Antipolitik Uang menerima lebih dari 500 laporan terkait dugaan politik uang. Seluruh laporan tercatat terjadi selama penyelenggaraan pemilu.
 
"Untuk operasi tangkap tangan (OTT), Sentra Gakkumdu sudah menangani 573 kasus dari total laporan yang sudah diasesmen oleh Bawaslu. Karena setiap dugaan pelanggaran pemilu harus ke Bawaslu," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 16 April 2019.
 
Dedi mengatakan dari sekian banyak laporan yang diterima, tidak seluruhnya masuk kategori pelanggaran pemilu. Bahkan, kata dia, jumlah kasus yang masuk tindak pidana pemilu tidak sampai setengahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari 573 itu 425 bukan kasus pemilu jadi dikerjakan Sentra Gakkumdu. Yang ditindaklanjuti Polri ada 148 kasus dan masih berproses," ujar Dedi.
 
Baca juga:Bawaslu DKI Terima 77 Laporan Dugaan Politik Uang
 
Ia melanjutkan dari 148 kasus yang sudah diproses sebagian besarnya sudah masuk tahap dua atau perkaranya sudah dilanjutkan ke Kejaksaan. Namun, beberapa kasus masih dalam pendalaman penyelidikan.
 
"117 kasus sudah di limpahkan JPU tahap dua dan 23 kasus di SP3 karena bukan perkara pidana dan delapan kasus masih disidik," tutur Dedi.
 
Menurut Dedi, kasus politik uang mendominasi perkara yang sudah masuk tahap dua maupun yang masih dalam penyelidikan. Politik uang dianggap biasa di masyarakat.
 
"Dari 148 kasus yang paling menonjol adalah politik uang yang sekarang ditangani kepolisian 35 kasus," ucap Dedi.
 
Ia menambahkan laporan kasus politik uang terjadi di Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Semarang, Karimunjawa, Gorontalo, Cianjur, Cikarang, Halmahera Utara, Boyolali, Bantul, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo Utara, Fak Fak, Poso, Pasaman Barat, Bekasi, Bulukumba, dan Sumbawa.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif