Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Dahnil Anzar Minta Diperiksa Setelah Pengumuman Hasil Pemilu

Nasional kasus korupsi
Siti Yona Hukmana • 10 Mei 2019 16:15
Jakarta: Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta penundaan pemeriksaannya terkait kasus dugaan korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia. Ia meminta diperiksa usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu 2019. Alasannya, Dahnil masih sibuk sebagai koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
Namun, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan mengaku tak serta merta menunda pemeriksaan Dahnil. Terlebih, alasan yang disampaikan Dahnil tidak jelas.
 
"Kita masih belum memutuskan apakah surat (penundaan) itu kita tanggapi atau abaikan karena tidak jelas yang dimaksud kesibukan apa. Sedangkan di KUHAP (Kitab UU Hukum Acara Pidana) alasannya harus jelas dan bisa di terima, karena memenuhi panggilan itu wajib," ujar Bhakti kepada Medcom.id di Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dahnil sedianya diperiksa sebagai saksi pada hari ini. Selain Dahnil, ada empat orang lain yang juga akan dimintai keterangannya. Mereka yakni,mantan Ketua Panitia acara acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia, Ahmad Fanani; mantan Sekjen Pemuda Muhammadiyah, Putra Batu Bara; mantan Sekretaris acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia, Virgo Sulianto Gohardi; dan mantan Bendahara acara acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia, Fuji Abdurrohman.
 
"Surat panggilan sudah kami kirim pada Selasa, 7 Mei 2019," ungkap Bhakti.
 
Sebelumnya, Penyidik telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia itu. Namun, sosok tersangka belum bisa diumumkan.
 
"(Kita telah tetapkan) satu orang tersangka," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 April 2019.
 
Adi tak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Ia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah melakukan penyidikan di Yogyakarta. "Nanti bisa ada tersangka lain," ujar Adi.
 
Polisi telah mengantongi jumlah kerugian negara yang diaudit oleh BPK terkait kasus korupsi ini. Totalnya senilai Rp1 miliar.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif