Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Ganjar Dikulik soal Anggaran KTP Elektronik

Nasional korupsi e-ktp
Fachri Audhia Hafiez • 10 Mei 2019 15:48
Jakarta: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengaku diperiksa terkait anggaran proyek KTP elektronik.
 
"Enggak ada yang baru ya masih seputar proses anggaran," kata Ganjar di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Mei 2019.
 
Ganjar diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari, anggota komisi II DPR RI Fraksi Golkar. Ganjar dipanggil dengan kapasitas sebagai mantan anggota DPR. Politikus PDI Perjuangan itu pernah menjadi legislator periode 2004-2009 dan 2009-2013.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar turut menjelaskan mengenai penambahan anggaran proyek yang diduga merugikan negara Rp2,3 triliun itu. Menurutnya, saat duduk di kursi DPR, banyak mitra Komisi II yang meminta adanya optimalisasi anggaran.
 
Optimalisasi itu berupa penambahan atau perubahan anggaran. Ganjar bilang, sudah sewajarnya setiap mitra yang terlibat menyampaikan anggaran berkaitan pengadaan KTP elektronik. Itu kemudian dilanjutkan rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
 
Baca juga:KPK Sita Mobil Land Cruiser Markus Nari
 
"Ketika biasanya mau ada perubahan, atau ada optimalisasi anggaran di badan anggaran mesti setiap komisi dengan mitranya menyampaikan itu. Dalam hasil rapat itu, kementerian diminta untuk memberikan detail untuk apa saja, kemudian itu baru diajukan ke badan anggaran besar. Sebenarnya prosesnya gitu saja," ujar Ganjar.
 
Markus Nari sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el. Markus diduga membantu menambah anggaran proyek pengadaan KTP-el pada 2012 sebesar Rp1,49 triliun.
 
Padahal saat itu, proyek milik Kemendagri tersebut tengah berjalan. Markus Nari diduga menerima imbalan sebesar Rp4 miliar.
 
Dugaan kasus dugaan korupsi KTP-el terus dikembangkan penyidik. Sepanjang proses penyidikan, sejumlah nama lama atau nama baru yang diduga terlibat terus bermunculan.
 
Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam megakorupsi yang telah merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. Tujuh di antaranya telah divonis bersalah oleh pengadilan. Tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif