KPK Geledah PT SMART dan PT BSA

Sunnaholomi Halakrispen 30 Oktober 2018 16:14 WIB
ott kpk
KPK Geledah PT SMART dan PT BSA
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri suap kasus pembuangan limbah pengolahan sawit di Kalimantan Tengah. Dua lokasi pun digeledah.

"Tim KPK menggeledah kantor PT SMART, Tbk. dan PT BSA yang terdapat di satu gedung," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa, 30 Oktober 2018.

Penggeledahan dilakukan sejak pukul 11.00 WIB hingga Selasa, 30 Oktober 2018 pukul 04.00 WIB. Dari hasil penggeledahan, KPK menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya dokumen korporasi lain.


"KPK menyita sekitar dua dus barang bukti dokumen terkait dengan perizinan dan dokumen korporasi lain serta barang bukti elektronik laptop dan hardisk," tuturnya.

Baca: Anggota DPRD Kalteng Terjaring OTT KPK

Penggeledahan tersebut dilakukan secara paralel. Kemarin, KPK menggeledah tiga lokasi di Kalimantan Tengah.

Selanjutnya, kata Febri, pihaknya akan mempelajari bukti yang telah dikumpulkan. "Kepentingan pihak-pihak yang diduga memberikan uang pada sejumlah Anggota DPRD Kalteng, proses persetujuan di dalam korporasi, sertai fakta lain yang relevan akan menjadi perhatian KPK," pungkasnya.

Kemarin, KPK memeriksa tersangka Teguh Dudy Syamsury Zaldy selaku Manajer Legal PT Binasawit Abadi Pratama (BAP). Teguh diperiksa setelah menyerahkan diri ke kantor KPK.

Sebelumnya, Teguh ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap walaupun ia tidak sedang berada di Jakarta. Penetapan tersangka dilakukan lantaran alat bukti yang dikumpulkan dinilai cukup.

Terkait OTT Kalteng, KPK menetapkan Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan, serta anggota Komisi B DPRD Kalteng Arisavanah dan Edy Rosada sebagai terdangka. Keempatnya diduga sebagai pihak penerima suap.

Tiga pihak yang diduga sebagai pemberi suap juga jadi tersangka. Ketiganya adalah Dirut PT BAP atau Wadirut PT SMART (Sinar Mas Agro Rersources and Technology) Edy Saputra Suradja, CEO PT BAP Wilayah Kalteng bagian utara Willy Agung Adipradhana, dan Manajer Legal PT BAP Teguh Dudy Syamsury Zaldy.

Uang suap yang diterima senilai Rp240 juta. Uang tersebut diberikan agar DPRD Kalteng tidak menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran lingkungan.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id