KPK Panggil Lagi Empat Polisi Ajudan Nurhadi

Sunnaholomi Halakrispen 03 Desember 2018 17:13 WIB
suap di ma
KPK Panggil Lagi Empat Polisi Ajudan Nurhadi
Eddy Sindoro digiring ke mobil tahanan. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil empat polisi terkait kasus yang menjerat mantan petinggi Lippo Group Billy Sindoro (ESI). Sebelumnya mereka mangkir pada pemanggilan pertama, Rabu, 14 November 2018.

Keempat mantan ajudan Sekretaris Mahmakah Agung (MA) Nurhadi itu akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan sejumlah perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Nurhadi sebelumnya telah diperiksa penyidik.

"KPK membuat panggilan keduak arena kebutuhan penyidikan dalam perkara dengan tersangka ESI. Kami sudah berkoordinasi dengan Kadiv Propam Mabes Polri untuk menghadirkan keempatnya," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 3 Desember 2018.


Baca: KPK Menanti Empat Polisi Ajudan Nurhadi

Pada pemanggilan anggota polisi tersebut, KPK telah mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Surat itu pun terdapat tembusan Kepala Divisi Propam Irjen Listyo Sigit Prabowo dan Kakorbrimob Polri Kepala Korps Brimob Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Hingga sore ini, keempatnya belum terlihat mendatangani gedung merah putih. "KPK masih menunggu kehadiran mereka," kata Febri.

Baca: 4 Anak Buah Tito Karnavian Mangkir Pemeriksaan KPK

Terkait kasus ini, Eddy Sindoro diduga menyuap panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution. Uang diberikan terkait pengurusan sejumlah perkara untuk beberapa perusahaan di bawah Lippo Group yang ditangani PN Jakarta Pusat.

Kasus suap pengurusan perkara ini terungkap dari operasi tangkap tangan pada 20 April 2016. KPK menangkap Edy Nasution dan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Aryanto Supeno.

Saat ditangkap, Edy diduga telah menerima uang sebesar Rp50 juta dari Doddy. Dia juga diduga lebih dulu menerima Rp100 juta dari Doddy.

Usai penangkapan, KPK menggeledah sejumlah tempat, termasuk kantor dan rumah Nurhadi. Penyidik menemukan uang asing senilai Rp1,7 miliar. Nama Nurhadi juga disebut dalam dakwaan Doddy.






(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id