Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik--Medcom.id/Faisal Abdalla,.
Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik--Medcom.id/Faisal Abdalla,.

KPU Apresiasi Kesigapan Polisi Ringkus Penyebar Hoaks

Nasional pilpres 2019 hoax
Faisal Abdalla • 09 Januari 2019 12:16
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengapresiasi kerja cepat kepolisian dalam merespon laporan hoaks, terkait tujuh kontainer surat suara tercoblos. KPU berharap kasus ini dapat segera terbongkar.
 
"Kami apresiasi apa yang sudah dilakukan kepolisian, karena sudah menindaklanjuti atau merespon kita dengan sangat cepat," kata Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Evi mengatakan pengungkapan kasus ini sangat penting bagi KPU untuk menangkis hoaks dan serangan-serangan yang mulai menyerang penyelenggara pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pengungkapan kasus ini juga bisa dijadikan pelajaran bagi semua pihak, agar tak bermain-main dengan hoaks. Apalagi yang sengaja diciptakan untuk menganggu proses pemilu.
 
"Apalagi yang berkaitan dengan hoaks pemilu dan ini kan sangat berbahaya bagi kita kalau dibiarkan dan tak ditemukan siapa yang bertanggung jawab terhadap hoaks ini," tuturnya.
 
Evi enggan berandai-andai siapa pihak yang patut diduga menjadi dalang dari penyebaran hoaks tujuh kontainer itu. Namun tak menutup kemungkinan kasus ini bisa menjadi kasus pidana pemilu apabila ditemukan bukti kuat yang mengarah ke sana.
 
"Misalnya kalau memang ada pidana (pemilu), tentu ini jadi bagian yang ditangani oleh Bawaslu dan Sentra Gakumdu soal pidana pemilu. Tapi ini kita tunggu dulu hasilnya seperti apa, dan apa yang akan disampaikan kepada kita selanjutnya," tandas Evi.
 
Baca: Tindakan Tersangka Hoaks Surat Suara Terencana
 
Kepolisian menggelar konferensi pers terkait penangkapan sejumlah pelaku pembuat dan penyebar hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Salah satu pelaku yang ditangkap berinisial BBP yang merupakan pembuat rekaman suara hoaks dan menyebarkannya di media sosial hingga viral. BBP ditangkap polisi di Sragen, Jawa Tengah.
 
BPP, disebut bekerja berdasarkan skenario. Ia membuang barang bukti dan kabur usai memviralkan isu surat suara tercoblos pada gambar Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
 
"Unsur sengaja sangat terpenuni. Pelaku sudah mempersiapkan melalui perbuatan secara pribadi. Yang bersangkutan juga sudah berupaya menghapus barang bukti yang disebarkan," ujar Kasubdit I Dittipid Siber Kombes Dani Kustoni di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Hoaks awalnya disebar melalui cuitan di Twitter. BPP kemudian sengaja menginformasikan soal surat suara tercoblos. Ia berusaha meyakinkan masyarakat soal adanya tujuh kontainer berisi suras suara telah tercoblos.
 
BPP kemudian menutup akun dan membuang telepon genggam berikut kartunya. Ia bahkan kabur ke luar Jakarta setelah membuat gaduh. "Sampai ditemukan di wilayah Sragen," ucap dia.
 

(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif