Menag Pastikan PNS Terlibat Terorisme Disanksi Tegas

Ilham wibowo 15 Mei 2018 22:59 WIB
terorisme
Menag Pastikan PNS Terlibat Terorisme Disanksi Tegas
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan keputusan sidang Isbat 1439 Hijriah di Jakarta, Selasa (15/5). Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan tak ada toleransi bagi pegawai negeri sipil di kementeriannya yang ikut terlibat aksi terorisme di Tanah Air. Sanksi tegas bakal diberikan sesuai regulasi aparatur sipil negara (ASN).  

"Kalau ternyata ada yang diduga melakukan aktivitas terkait terorisme tentu kami akan memberikan sanksi sesuai regulasi," ucap Lukman di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018. 

Lukman mengakui istri terduga teroris Budi Satriyo bernama Wikoyah sebagai pegawai Kemenag yang bertugas di Kantor Wilayah Jawa Timur. Tim inspektorat jendral Kemenag telah dikirim untuk mengonfirmasi kebenaran itu. 


"Betul bahwa berita itu terkonfimasi, ini menjadi pelajaran bermakna bagi kami Kementrian Agama, kementerian yang memiliki satuan kerja terbanyak di Indonesia," ujarnya. 

Baca: Istri Terduga Teroris Pegawai Kanwil Kemenag Jatim

Lukman bakal menantikan penyelidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian terkait kaitan Wikoyah dengan suaminya. Sebagai ASN, Lukman menekankan, tidak boleh melakukan tindakan pidana termasuk aksi terorisme. 

"Atas peristiwa ini kami memetik pelajaran dengan lebih mewaspadai bahwa seluruh ASN kita adalah mereka-mereka yang sama sekali tidak boleh terkait tindakan terorisme," ungkapnya. 

Lukman mengatakan ASN di Kemenag jumlahnya tak kurang dari 220 ribu. Kemenag sulit mengawasi gerak-gerik setiap ASN ketika berada di luar lingkungan kerja.

Ia memastikan pihaknya berkomunikasi dengan penegak hukum untuk menyelesaikan masalah ini. Ia berharap perekrutan ASN lebih berhati-hati, sehingga kejadian semacam ini tak terulang.

Baca: Terduga Teroris di Sidoarjo Penampung Dana

"Tentu ini pelajaran bagi kami di Kemenag untuk lebih ketat meningkatkan kewaspadaan. Seluruh ASN dan keluarganya harus sesuai sumpah dan janji saat dia dilantik dan taati UU ASN," ucap Mantan Wakil Ketua MPR itu.

Sebelumnya, Budi ditembak mati anggota Densus 88 Antiteror di kediamannya, Perumahan Puri Maharani, Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur. Penembakan terjadi saat Budi digerebek anggota Densus 88 sekitar pukul 07.30 WIB, Senin, 14 Mei 2018. Budi yang sehari-hari bekerja sebagai peracik sabun itu diketahui hanya tinggal bersama Wikoyah.





(DMR)