KPK Sita Catatan Keuangan Bupati Tulungagung dan Wali Kota Blitar

Juven Martua Sitompul 05 Juli 2018 22:03 WIB
ott kpk
KPK Sita Catatan Keuangan Bupati Tulungagung dan Wali Kota Blitar
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap proyek peningkatan infrastruktur jalan tahun 2017 yang menjerat Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. Penggeledahan dilakukan selama dua hari berturut-turut.

"Dalam dua hari kemarin tim KPK melakukan serangkaian penggeledahan di lima lokasi di Tulungagung," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedug KPK, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

Febri mengatakan lima lokasi yang digeledah di antaranya rumah Kadis PUPR Kabupaten Tulungagung Sutrisno; rumah Timses Syahri, Agung Prayitno; rumah Kabid PUPR Tulungagung, Sukarji; rumah Kepala ULP Tulungagung, Syamrotul Fuada; serta rumah Kasi Perencanaan Jalan PUPR Tulungagung Wahyudiana.


"Dari lima lokasi itu KPK menyita perangkat elektronik, dokumen kontrak dan dokumen catatan keuangan," ujar dia.

Febri menuturkan selain di Tulungagung tim penyidikan juga menggeledah tiga lokasi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar. Tiga lokasi yang digeledah itu di antaranya rumah milik Eko Yongtono di TGP 25C, Kota Blitar; kantor Moderna di Jalan Garum, Kota Blitar; dan Kantor Sarana Multi Usaha di Jalan Anjasmoro di Kota Blitar.

"Dari tiga lokasi itu, KPK menyita dokumen keuangan perusahaan dan dokumen catatan kerja," pungkas dia.

Sebelumnya KPK menetapkan Syahri dan Samanhudi sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap di wilayah kerjanya masing-masing.

Samanhudi diduga menerima suap atas ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp23 miliar. Sedangkan Syahri diduga menerima fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.

Dari OTT keduanya KPK menyita uang Rp2,5 miliar. Selain itu KPK menangkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Sutrisno, kemudian dari pihak swasta yakni Agung Prayitno, Bambang Purnomo, dan Susilo Prabowo.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id