PSI: Intimidasi di CFD Bukti Ruang Publik Didominasi Lelaki
Masa yang tergabung dalam Forum Jihad Umat Islam (Forjuis) mengenakan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden saat CFD di Bundaran HI, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dara Kesuma Nasution, menyatakan pelecehan yang menimpa seorang ibu dan anak dalam acara Car Free Day (CFD) di Bunderan HI, Jakarta, menunjukkan ruang publik masih didominasi laki-laki. Menurutnya, hal itu masuk dalam kategori pelecahan di ruang publik.
 
“Dalam video yang viral itu, terlihat ibu dan anaknya sedang berjalan di arena CFD lalu dikerubungi dan dilecehkan secara fisik oleh sekelompok laki-laki,” kata Dara, Senin, 30 April 2018.
 
Arena CFD, kata dia, seharusnya dapat diakses secara aman dan nyaman oleh siapa pun, termasuk perempuan dan anak. “Intimidasi semacam ini menunjukkan adanya upaya untuk membatasi jalanan sebagai arena kekuasaan laki-laki yang pada akhirnya meminggirkan perempuan,” kata Dara.
 
Dara mengatakan pelecehan itu merupakan upaya pembatasan hak bagi perempuan untuk menyuarakan pilihan politiknya. Seorang ibu yang belakangan diketahui bernama Susi ini memang berada di CFD untuk menyuarakan dukungan kepada Presiden Jokowi dengan mengenakan kaus bertuliskan #DiaSibukKerja.
 
“Tujuan dari street harassment adalah menunjukkan kepada perempuan bahwa seharusnya ia tinggal di ruang domestik. Perempuan di rumah saja, jangan turun ke jalan. Apalagi menyuarakan aspirasi politik. Urusan politik dianggap terlalu besar untuk dipikirkan perempuan,” tutur Dara.
 
Padahal, lanjut dia, perempuan seharusnya diberi ruang seluas-luasnya untuk mengekspresikan pilihan politiknya.
 
Akibat intimidasi seperti ini, lanjut dia, banyak perempuan yang berhenti berjalan kaki, mengubah gaya berpakaian, hingga menghindari rute tertentu.
 
“Pada akhirnya, street harassment memaksa perempuan untuk mengubah perilaku sehingga merenggut kesempatan perempuan untuk mengekspresikan diri dengan cara yang ia inginkan,” katanya.

Baca: Polri Berharap Perisakan di CFD tak Berulang

Dara mengapresiasi keberanian Susi dalam merespons sejumlah laki-laki yang mengintimidasinya. “Keberanian Ibu Susi luar biasa. Tidak mudah untuk bertindak asertif seperti membalas perkataan si pelaku. Apa yang dilakukan Ibu ini adalah contoh bagi perempuan lain agar berani mengklaim kembali ruang gerak yang direbut oleh laki-laki,” ujar Dara.
 
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan aksi intimidasi massa viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik itu, tampak sekelompok orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden mengintimidasi orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.
 
Dalam salah satu cuplikan, kelompok tersebut menuding salah satu pria yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja sebagai orang bayaran.
 
Sejumlah orang  yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terus menyoraki pria itu sambil melambaikan sejumlah uang. Padahal, pria yang ditanya tersebut sudah mengaku tak dibayar.
 
Selain itu, dalam video tersebut juga terekam massa yang mengintimidasi seorang ibu yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja bersama anaknya. Anak tersebut sempat ketakutan dan menangis lantaran disoraki sejumlah orang. Keduanya kemudian diamankan oleh warga lain yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden.




(UWA)