Komisi IX Minta Masukan Industri Obat tentang Penguatan BPOM

Anggi Tondi Martaon 03 Oktober 2018 16:44 WIB
berita dpr
Komisi IX Minta Masukan Industri Obat tentang Penguatan BPOM
Petugas BPOM menyita kosmetik yang tidak memiliki izin edar dan mengandung zat berbahaya (Foto:Antara/Adwit B Pramono)
Jakarta: Panja Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan (RUU Waspom) Komisi IX DPR RI menampung masukan dari sejumlah pihak terkait regulasi yang tengah disusun. Kali ini, Panja meminta masukan dari para pelaku usaha obat.

Pelaku industri yang diundang yaitu Kimia Farma, Bio Farma, dan Kalbe Farma. Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyampaikan, salah satu poin yang dikejar yaitu pendapat pelaku industri obat-obatan terkait penguatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Yang ingin didiskusikan adalah bentuk seperti apa yang diinginkan para pelaku usaha terhadap BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," kata Dede, dilansir dpr.go.id, Rabu, 3 Oktober 2018.


Politikus Demokrat itu menyampaikan, ada wacana akan menambah kewenangan BPOM, yaitu penindakan. Sebab, selama ini kewenangan BPOM hanya sebatas pengawasan.

"Apakah kewenangan BPOM dari hulu sampai hilir, mulai dari pemeriksaan bahan baku, post market, pengawasan hingga penindakan atau hanya pengawasan saja,” ujarnya.

Dede menyampaikan, berkembangnya wacana penambahan kewenangan itu agar BPOM bisa seperti lembaga Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat. "Yang memiliki kewenangan di luar otonom Departemen Kesehatan," ucapnya.

Pernyataan Dede itu dipertegas oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Ia meminta saran kepada tiga pelaku usaha mengenai wacana perkuatan BPOM.

"Hal apa saja yang perlu dimasukkan dalam RUU, untuk memperkuat pengawasan terhadap obat yang ada di Indonesia,” kata legislator PAN itu.

Sementara itu, perwakilan Bio Farma menyarankan agar BPOM menjadi badan yang membina dan mengawasi. Fungsi tersebut tentunya harus diperkuat dengan aturan yang jelas agar BPOM konsisten menjalankan tugasnya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id