Sidang kasus dugaan suap pajak dengan terdakwa mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Angin Prayitno Aji dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani. Medcom.i
Sidang kasus dugaan suap pajak dengan terdakwa mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Angin Prayitno Aji dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani. Medcom.i

Saksi Sebut Angin Prayitno Benci Pemborosan

Nasional KPK perpajakan kasus korupsi korupsi pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji
Fachri Audhia Hafiez • 07 Desember 2021 21:38
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan anggota Polri Taufan Arif Nugroho dalam sidang kasus dugaan pengurusan pajak. Taufan menyebut mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji, tak pernah mengajarkan pemborosan.
 
"Saya selalu dididik dengan sederhana," kata Taufan saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Desember 2021.
 
Taufan merupakan anak Angin Prayitno. Dia menyebut ayahnya tidak pernah mengajarkan hidup boros.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uang jajan yang diberikan Angin pun selalu terbatas. Menurutnya, ajaran itu membuatnya bisa hidup dengan sederhana. Ajaran itu dilakukan ke seluruh keluarganya.
 
"Iya, sama juga (perlakuan ke keluarga lain)," tutur Taufan.
 
Dalam persidangan ini, JPU pada KPK juga menghadirkan saksi sekaligus wiraswasta M Fatoni. Jaksa sempat mempertanyakan tudingan saksi M Fatoni. Fatoni mengeklaim mendapatkan pesan yang diduga dari pihak Angin.
 
Baca: Saksi Kasus Suap Pajak Mengaku Diteror
 
"Ada satu SMS (WhatsApp) untuk bekerja sama," kata Fatoni.
 
Fatoni menyebut kerja sama itu untuk menyelamatkan aset milik Angin saat kasus tengah proses penyidikan di KPK. Namun, dia tidak menggubris pesan itu.
 
JPU kemudian mempertanyakan pengirim pesan itu. Fatoni mengaku mengetahui pengirimnya merupakan seorang perempuan.
 
Dia mengaku mengaku tidak mengenal orang itu. Jaksa kemudian mempertanyakan kebenaran pernyataan Fatoni.
 
"Tahu dari mana ibu-ibu?" tanya jaksa.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif