NEWSTICKER
Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Dua Mobil Penipu Putri Arab Saudi Disita Polisi

Nasional penipuan
Kautsar Widya Prabowo • 20 Februari 2020 19:42
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyita dua kendaraan milik penipu putri Arab Saudi, Lolwah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud. Kendaraan mewah yang disita bermerek Audi dan Toyota Vellfire.
 
"Kedua mobil disita dari kediaman daftar pencarian orang (DPO) Evie Marindo Christina," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo lewat keterangannya, Kamis, 20 Februari 2020.
 
Kasubdit II Dittpidum Bareskrim Polri, Kombes Endar Priantoro, mengatakan penyitaan dilakukan di kediaman Evie, di Malang, Jawa Timur. Pihaknya akan mengembangkan proses penyelidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Evie tak sendirian menipu putri Arab, dia bersekongkol dengan EHA alias Eka. Eka ditangkap polisi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Januari 2020. Sementara Evie menjadi buronan polisi.
 
Dua Mobil Penipu Putri Arab Saudi Disita Polisi
Ilustrasi/Medcom.id
 
Kuasa hukum Lolowah melaporkan Evie dan Eka pada Mei 2019. Insiden bermula saat Lolowah mengirim uang Rp505,5 miliar sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018 kepada pelaku.
 
Uang itu dimaksudkan membeli tanah dan membangun Vila Kama dan Amrita Tedja di Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Namun, pembangunan vila tidak kunjung rampung.
 
Lolowah curiga sehingga meminta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih menghitung nilai pembangunan vila. Hasilnya, nilai bangunan tidak sesuai kesepakatan.
 
Lolowah mengaku sempat dijanjikan kepemilikan tanah dan vila tersebut menjadi milik PT Eastern Kayan. Namun, hingga kini Evie dan Eka masih menguasai tanah dan vila itu.
 
Tak berhenti melakukan aksinya, kedua pelaku kembali menawarkan tanah 1.600 meter persegi. Bidang tanah terletak di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.
 
Masih percaya, korban lalu mengirimkan sejumlah uang US$500 ribu atau setara Rp6,8 miliar kepada tersangka. Setelah dikonfirmasi, tanah tersebut tidak pernah dijual oleh pemiliknya.
 
Para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif