Terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra dibawa kepolisian saat penandatanganan berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan Agung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020. Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra dibawa kepolisian saat penandatanganan berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan Agung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020. Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Djoko Tjandra Diserahkan Polisi Malaysia di Pesawat

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Candra Yuri Nuralam • 01 Agustus 2020 14:27
Jakarta: Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono membeberkan detik-detik penyerahan terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra oleh Polisi Diraja Malaysia. Prosesnya terjadi di dalam pesawat.
 
“Prosesnya namanya serah terima. Begitu Djoko Tjandra ditangkap Polisi Diraja Malaysia kemudian melakukan serah terima dengan polisi Indonesia di atas pesawat,” kata Argo Yuwono dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2020.
 
Menurut dia, Kapolri Jenderal Idham Azis awalnya menyurati Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Abdul Hamid bin Bador pada Minggu, 23 Juli 2020. Surat itu tak lain untuk meminta bantuan kerja sama menangkap Djoko Tjandra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari surat Idham, kepolisian negeri jiran itu langsung menelusuri Djoko. Dia ditangkap usai polisi Malaysia mengetahui lokasi keberadaannya.
 
“Setelah itu ditindaklanjuti kepada Kepolisian Diraja Malaysia untuk meminta penangkapan kepada yang bersangkutan,” ucap Argo.
 
Djoko Tjandra ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 30 Juli 2020. Penangkapan ini menjadi akhir pelariannya selama buron 11 tahun.
 
Djoko Tjandra pernah ditahan Korps Adhyaksa pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun dalam persidangan, hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan Djoko bebas dari tuntutan.
 
Pengadilan menganggap kasus ini bukan perkara pidana, melainkan perdata. Kejaksaan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap vonis Djoko ke Mahkamah Agung (MA) pada Oktober 2008. MA memvonis Djoko dua tahun penjara dan denda Rp15 juta.
 
Baca: Yasonna Ingin 'Permainan' Aparat Berakhir di Brigjen Prasetyo
 
Uang milik Djoko di Bank Bali Rp546,166 miliar dirampas negara. Imigrasi juga mencegah Djoko. Namun, Djoko kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini, pada 10 Juni 2009 atau sehari sebelum MA mengeluarkan putusan.
 
Djoko kemudian menggegerkan publik dengan mengajukan PK melalui PN Jakarta Selatan, Senin, 8 Juni 2020. Djoko bisa melenggang ke Tanah Air diduga dengan bantuan sejumlah pihak. Buronan kelas kakap itu langsung menghilang setelah mengajukan PK.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif