Ilustrasi - Medcom.id
Ilustrasi - Medcom.id

KPK Kekurangan Jaksa

Nasional kpk
Candra Yuri Nuralam • 04 Februari 2020 06:27
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakuikekurangan jaksa. Jumlah jaksa yang sekarang diklaim membuat Lembaga Antikorupsi keteteran menangani kasus.
 
"Memang di KPK khususnya di Direktorat Penuntutan masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) kemudian melihat acuannya dari analisa saat ini ada JPU yang menangani perkara di KPK ada 67 orang," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.
 
Menurut Ali, jumlah itu masih cukup jauh untuk mencapai jumlah jaksa ideal. Lembaga Antirasuah setidaknya butuh 13 orang jaksa lagi agar kerja KPK maksimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Idealnya 80 orang (jaksa) sehingga kurangnya 13 orang ditambah enam yang diseleksi (saat ini) tapi tidak tahu berapa yang diterima," ujar Ali.
 
KPK saat ini tengah menyeleksi enam calon jaksa KPK pengganti Yadyn Palebangan, dan Sugeng. Namun, kata Ali, jumlah jaksa yang diseleksi belum cukup.
 
Kendati begitu, KPK terus berkoordinasi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin terkait permasalahan ini. Kejaksaan Agung sudah mempertimbangkan penambahan jaksa untuk KPK.
 
"Jaksa Agung siap mengirimkan SDMnya untuk memenuhi Direktorat Penuntutan," kata Ali.
 
Keenam jaksa yang tengah mengikuti seleksi di KPK adalah Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Andry Lesmana, Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Nganjuk Eko Wahyu Prayotno, Anggota Satgassus P3TPK Januar Dwi Nugroho, Jaksa fungsional Tonny Frenky Pangaribuan, Jaksa fungsional pidana khusus Kejati Riau, Surya Dharma Tanjung, dan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Pagar Alam, Yoyok Fiter Haiti Fewu.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif