Kuasa Hukum dua tersangka MI, MNC Asset Management dan Maybank Asset Management, Hotman Paris Hutapea. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kuasa Hukum dua tersangka MI, MNC Asset Management dan Maybank Asset Management, Hotman Paris Hutapea. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

13 Korporasi Tersangka Kasus Jiwasraya Diklaim Tak Merugikan Negara

Nasional Jiwasraya
Siti Yona Hukmana • 07 Juli 2020 15:01
Jakarta: Penetapan 13 manajemen investasi (MI) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasrya (Persero) dinilai keliru. Ke-13 korporasi itu diklaim tidak melanggar hukum.
 
Kuasa Hukum dua tersangka MI, MNC Asset Management dan Maybank Asset Management, Hotman Paris Hutapea, mengatakan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 658 single investor di Jiwasraya sah. Total dana kelola seluruhnya Rp190 triliun.
 
"Setiap dana kelola, OJK itu dapat fee 0,045 persen. Saya sudah hitung, kalau Rp190 triliun dana kelola reksa dana single investor, berarti OJK dapat Rp85 miliar setahun. Jadi, 13 MI itu tidak ada yang melanggar, bahkan negara untung," kata Hotman di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hotman menuturkan ke-13 MI membeli saham sesuai harga yang ditetapkan negara berdasarkan rilis harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia menegaskan ke-13 korporasi tidak melanggar hukum terkait jual beli saham.
 
(Baca: Sinarmas Asset Kembalikan Rp77 Miliar Terkait Kasus Jiwasraya)
 
Dia menjelaskan ke-13 korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka selalu menjalani audit rutin oleh OJK. Ke-13 MI itu lolos dan tidak ada yang melanggar hukum.
 
"Malah negara untung, itu uang masuk kas negara dan sama sekali belum ada bukti bahwa mereka ini (13 MI) ada hubungan khusus dengan orang-orang yang sekarang diadili," tutur Hotman.
 
Hotman menyayangkan sejumlah korporasi mengembalikan uang ke Kejaksaan Agung. Dia meyakini transaksi ke-13 korporasi itu sah.
 
"Kalau MI ini mengembalikan, yang sudah didapat negara gimana, yang 0,045 persen itu?" tutur dia.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif