Peramu ramuan herbal yang diklaim bisa menyembuhkan covid-19 Hadi Pranoto. Foto: Medcom.id/Rizky
Peramu ramuan herbal yang diklaim bisa menyembuhkan covid-19 Hadi Pranoto. Foto: Medcom.id/Rizky

Anji Wawancara Hadi Pranoto di Lampung

Nasional Virus Korona hoax Hadi Pranoto
Candra Yuri Nuralam • 05 Agustus 2020 11:59
Jakarta: Polisi menyelidiki kasus kasus dugaan berita bohong dalam wawancara influencer Erdian Aji Prihartanto alias Anji dengan penemu ramuan herbal antibodi covid-19, Hadi Pranoto. Video yang disiarkan di YouTube itu direkam di Lampung.
 
"Wawancaranya itu sudah kita cek, itu ada di suatu pulau di Pulau Tegal Mas," kata Kepala Bidang Hubungan Masyakarat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Menurut dia, polisi akan mendalami temuan lokasi itu. Hal ini bisa menjadi salah satu bukti jika Anji dan Hadi terbukti bersalah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut kasus ini sudah ditangani Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Status kasus ini masuk dalam tahap penyelidikan.
 
Hadi Pranoto dan Anji dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku telah menemukan obat covid-19 dalam wawancara di akun YouTube milik Anji.
 
"Dua-duanya (kita laporkan). Pertama Anji, karena sebagai pemilik akun yang menyebarkan dan Hadi Pranoto yang menyatakan berita bohong itu," kata Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, sebagai pelapor di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Baca: Bila Terbukti Gelar Profesor Palsu, Hadi Pranoto Terancam Dipenjara
 
Konten YouTube yang ditayangkan musisi Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik. Pendapat 'Profesor' Hadi Pranoto yang dihadirkan dalam konten itu ditentang akademisi, ilmuwan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.
 
Menurut Muannas, ada sejumlah pernyataan Hadi yang menuai polemik. Salah satunya soal rapid test dan swab test virus korona. Hadi mengaku memiliki metode dan uji yang jauh lebih efektif dan harga yang murah Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, yakni menggunakan teknologi digital.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif