NEWSTICKER
Tersangka Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias Aan (kiri). Antara Foto/Aditya Pradana Putra
Tersangka Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias Aan (kiri). Antara Foto/Aditya Pradana Putra

Berkas Penyuap Eks Bupati Bengkalis Rampung

Nasional Kasus Suap
Candra Yuri Nuralam • 27 Februari 2020 21:41
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 2013-2015, dengan tersangka Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur. Penyuap eks Bupati Bengkalis Herliyan Saleh itu segera dibawa ke meja hijau.
 
"Satu terdakwa atas nama Makmur telah dinyatakan lengkap P21 oleh penuntut umum sehingga hari ini dilakukan penyerahan dari penyidik dari penuntut umum untuk dilakukan pemeriksaan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Makmur ditahan selama 20 hari kerja di Rutan Kelas I Jakarta Timur cabang KPK. Jaksa penuntut umum akan menyusun dakwaan untuk Makmur selama 14 hari ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang bersangkutan diagendakan persidangan akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru," ujar Ali.
 
Baca: Tiga Eks Legislator Bengkalis 'Digarap' KPK
 
Makmur terjerat dalam pengembangan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau. KPK juga menjerat Sekretaris Daerah (Sekda) Dumai, Riau, M Nasir, dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. Saat proyek bergulir, Nasir menjadi kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis.
 
Berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara akibat kasus ini sekitar Rp105,88 miliar. Makmur diduga memperkaya diri hingga Rp60,5 miliar.
 
Kasus ini bermula saat Dinas PUPR Bengkalis menganggarkan Rp2,5 triliun untuk proyek peningkatan beberapa jalan poros pada 2011. Bujet proyek ini masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan skema tahun jamak.
 
Makmur diduga berupaya mengurus anggaran dan proyek tersebut pada Herliyan. Makmur dan kawan-kawan kemudian memberikan Rp1,3 miliar ke Herliyan untuk mendapatkan proyek pada Agustus 2012.
 
Setelah pemberian uang itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bengkalis dan DPRD menyetujui anggaran tahun jamak pada Oktober 2012. Anggaran ini termasuk peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Rp528 miliar.
 
Dengan meminjam bendera perusahaan Hobby, PT Mawatindo Road Construction, Makmur mengikuti pertemuan Herliyan dan jajarannya. Pertemuan juga diikuti Nasir yang masih menjadi kepala Dinas PUPR Bengkalis.
 
Herliyan mengatur Makmur sebagai penggarap proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, padahal proses lelang belum berjalan. Pada 28 Oktober 2013, kontrak proyek ditandatangani dengan nilai pekerjaan mencapai Rp459,32 miliar.
 
Makmur disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif