Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono/Medcom.id/Siti.
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono/Medcom.id/Siti.

Djoko Tjandra Rogoh Kocek Rp295 Juta Hapus Red Notice

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Siti Yona Hukmana • 14 Agustus 2020 19:27
Jakarta: Polisi menyita barang bukti gratifikasi dalam kasus penghapusan red notice narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetyo Utomo ditetapkan sebagai tersangka penerima gratifikasi tersebut.
 
"Ada barang bukti yang kita sita, yaitu US$20 ribu (Rp295 juta; kurs Rp14.700), handphone, laptop, dan CCTV," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Dalam kasus ini, polisi juga menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai tersangka pemberi gratifikasi. Tommy merupakan pihak swasta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keterlibatan Tommy sebelumnya disampaikan Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Tommy diduga meminta tersangka Brigjen Prasetyo Utomo memperkenalkannya dengan pejabat di Divisi Hubungan Internasional Polri yang membawahi NCB Interpol Indonesia.
 
"NCB Interpol Indonesia kemudian memberitahu Imigrasi yang berisi red notice Djoko Tjandra telah terhapus sejak 2014 karena Kejaksaan Agung tidak melakukan perpanjangan," ujar Boyamin, Senin, 10 Agustus 2020.
 
Boyamin menyebut Tommy memiliki anak perempuan yang bertunangan dengan anak mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Najib diduga berteman dengan Djoko Tjandra sewaktu berbisnis di Malaysia.
 
Baca:Irjen Napoleon Jadi Tersangka Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra
 
Pemberi gratifikasi, Djoko Tjandra dan Tommy dikenakan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara.
 
Sementara penerima Brigjen Prasetyo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte dijerat Pasal 5 ayat (2), Pasal 11, Pasal 12 huruf a dan b, Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif