Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. Foto: MI/Susanto.
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. Foto: MI/Susanto.

KPK Minta Polri Jadikan Caleg PDIP DPO

Nasional OTT KPK
M Sholahadhin Azhar • 15 Januari 2020 16:48
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengirim suratkepada polisi agar politikus PDIP Harun Masikumasuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
 
"Mudah-mudahan surat-suratnya bisa dikirim hari ini ke Polri," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Nawawi mengatakan Deputi Penindakan KPK telah mengurus surat itu. Dia menyebut surat permintaan tersebut bersifat formalitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Teman-teman di Kepolisian sudah pasti memberi perhatian soal ini karena adanya MOU di antara KPK, Polri, juga Kejaksaan yang memang sudah sejak lama ada," kata Nawawi.
 
KPK sebelumnya juga sudah berkoordinasi dengan NCB Interpol untuk memulangkan Harun. Calon anggota legislatif dari PDIP itu diketahui tengah berada di Singapura sejak 6 Januari 2020.
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) Harun.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Harun dan pihak swasta, Saeful, diduga sebagai penyuap Wahyu. Saeful diduga menjadi staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Seluruh tersangka sudah ditahan KPK, kecuali Harun.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif