Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto)
Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto)

KPK Periksa Tiga Terpidana Korupsi KTP-el

Nasional korupsi e-ktp
Juven Martua Sitompul • 21 Mei 2019 12:36
Jakarta: Tiga terpidana korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el) dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota Komisi VIII DPR Markus Nari.
 
Ketiga terpidana yang digarap penyidik pada pemeriksaan kali ini adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto; mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo; dan Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiardjo.
 
"Keterangan ketiganya untuk melengkapi berkas penyidikan MN," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:KPK Dalami Penganggaran KTP-el Lewat Eks Menkeu
 
Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el sejak Juli 2017 lalu. Markus diduga memperkaya diri sendiri, atau orang lain dalam pengadaan paket KTP-el tahun 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.
 
Markus yang saat itu masih duduk di Komisi II diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP-el di DPR. Berdasarkan fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang kepada Irman sebanyak Rp5 miliar pada 2012.
 
Namun, Markus baru menerima Rp4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek KTP-el tahun 2013 sebesar Rp1,49 triliun
 
KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP-el. Delapan orang tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.
 
Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan divonis pidana penjara.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif