Penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Hafidz Mubarak A
Penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Hafidz Mubarak A

KPK Yakin Tudingan Rekayasa Kasus Novel Tak Terbukti

Nasional novel baswedan
Kautsar Widya Prabowo • 07 November 2019 06:58
Jakarta: Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini laporan politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung pada penyidik KPK Novel Baswedan 'mental'. Novel dituding merekayasa kasus penyiraman air keras.
 
"Jadi tidak mungkin setiap laporan harus naik ke penyidikan kalau buktinya tidak kuat," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 6 November 2019.
 
Febri menyayangkan sikap beberapa kalangan yang belakangan tidak mempercayai kasus penyiraman air keras pada Novel. Ia menegaskan kasus Novel tak dibuat-buat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novel sempat menjalani perawatan intensif di Singapura General Hospital lantaran matanya mengalami masalah."Sangat jelas bahwa ia adalah korban dari penyiraman air keras, bahkan kalau kita dengar konferensi pers dari tim gabungan yang dibentuk polri itu jelas disebut di sana penyiraman dan karakter air keras yang terkena ke Novel," tutur dia.
 
Febri berharap Novel tidak menjadi korban berita bohong atau hoaks. Dia mengajak masyarakat menunggu keterangan pasti dari Korps Bhyangkara yang tengah mendalami kasus Novel melalui tim teknis.
 
"(Menunggu) Polri yang sedang berupaya menemukan pelakunya. Apalagi Presiden (Presiden Joko Widodo) kan sudah memberikan target meskipun kemarin diperpanjang," kata dia.
 
Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan atas tuduhan penyebaran berita bohong. Novel dinilai merekayasa kejadian penyiraman air keras pada 2017 silam.
 
Dewi menyebut tindakan pura-pura Novel terlihat saat penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal. Dia mengatakan seseorang yang disiram air keras tidak bisa berdiri tegak. Novel pasti akan berguling-guling kesakitan di jalan dalam rekaman CCTV .
 
"Saya orang seni, saya juga biasa beradegan," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 6 November 2019.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif