Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Penyuap Edhy Prabowo Segera Diadili

Nasional kpk Kasus Suap kasus korupsi Edhy Prabowo
Candra Yuri Nuralam • 22 Januari 2021 23:11
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas perkara Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito. Dia segera diadili dalam kasus dugaan rasuah ekspor benih lobster.
 
"Tim penyidik melaksanakan tahap dua, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama tersangka SJT (Suharjito) kepada tim jaksa penuntut umum (JPU)," kata pelaksana tugas juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat, 22 Januari 2021.
 
Suharjito ditahan Lembaga Antirasuah sampai 10 Februari 2021. Dia dikurung di Gedung Merah Putih KPK. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Masa Penahanan Edhy Prabowo Diperpanjang
 
Selanjutnya, KPK menyusun dakwaan selama 14 hari kerja. Suharjito akan disidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.
 
Ali menegaskan KPK siap membuktikan rasuah yang dilakukan Suharjito di depan meja hijau. Sebanyak 53 orang saksi sudah diperiksa sejak Suharjito ditangkap dalam kasus rasuah ini.
 
"Di antaranya tersangka EP (Edhy Prabowo) dan pihak-pihak terkait di Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujar Ali.
 
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo menjadi tersangka bersama enam orang lainnya. Sebanyak enam tersangka diduga menerima suap. Mereka ialah Edhy Prabowo; Staf Khusus Menteri KP Safri dan Andreau Pribadi Misanta; pengurus PT ACK Siswadi; istri staf menteri KP Ainul Faqih;  serta sekretaris pribadi Edhy, Amiril Mukminin.
 
Seorang tersangka diduga sebagai pemberi, yakni Direktur PT DPP Suharjito. Edhy diduga menerima Rp3,4 miliar dan US$100ribu dalam korupsi tersebut. Sebagian uang digunakan Edhy Prabowo untuk berbelanja bersama istri, Andreau, dan Safri di Honolulu, Hawaii.
 
Diduga, ada monopoli yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam kasus ini. Pasalnya, ekspor benih lobster hanya bisa dilakukan melalui PT ACK dengan biaya angkut Rp1.800 per ekor. 
 
Penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif