Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Waspada! Penipuan Berkedok Investasi Makin Marak

Nasional penipuan polri investasi bodong
Siti Yona Hukmana • 22 Januari 2021 13:24
Jakarta: Polisi mengimbau masyarakat agar mewaspadai penipuan berkedok investasi. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan janji atau keuntungan besar yang ditawarkan pengelola.
 
"Karena biasanya cara-cara penipuan seperti itu. Sehingga, masyarakat tertarik untuk berinvestasi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021.
 
Masyarakat harus memastikan perusahaan itu memiliki izin yang lengkap dari instansi berwenang jika ingin berinvestasi. Ketelitian dan kewaspadaan warga bisa mengantisipasi penipuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rusdi meminta masyarakat melapor ke polisi jika mendapatkan aktivitas yang mencurigakan dari kegiatan pengumpulan dana atau investasi. Polisi bakal menindaklanjuti laporan tersebut.
 
"Sehingga, tidak berkembang menjadi sesuatu yang malah merugikan masyarakat luas. Seperti, PT Kampung Kurma telah melakukan tindak pidana," tegas dia.
 
Penyidik Bareskrim Polri menyelidiki dugaan penipuan investasi di PT Kampung Kurma. Hasil penyelidikan sementara, PT Kampung Kurma tidak memiliki izin.
 
"Artinya, kegiatan di perusahaan tersebut ilegal," kata dia.
 
PT Kampung Kurma diduga melanggar Pasal 8, Pasal 16, dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan; serta Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
Baca: OJK Imbau Warga Sulteng Waspada Investasi Ilegal
 
Penyidik sudah memeriksa 70 orang terdiri dari saksi dan korban. Termasuk menyita dokumen-dokumen serta aset berupa lokasi usaha yang atas nama PT Kampung Kurma tersebut.
 
"Seperti di Banten itu Pandeglang dan Kabupaten Lebak, kemudian satu lokasi di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Cirebon. Maka, total keseluruhan enam lokasi atas nama PT. Kampung Kurma," kata Rusdi.
 
Penyidik Subdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri juga mendalami kasus dugaan penipuan investasi di PT Jouska Finansial Indonesia atau Jouska Group. Terlapornya, yakni Chief Executive Office (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno.
 
Kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kuasa hukum sejumlah nasabah Jouska, Rinto Wardana. Laporan terdaftar dengan nomor LP/ 5.263/ IX/ YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tertanggal 3 September 2020.
 
Menurut Rinto, ada puluhan nasabah menjadi korban penipuan investasi. Total kerugian mencapai Rp10 miliar.
 
Aakar disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif