Kepala Tim Antemortem DVI Polri AKBP Purnamawati (tengah)/Medcom.id/Kautsar.
Kepala Tim Antemortem DVI Polri AKBP Purnamawati (tengah)/Medcom.id/Kautsar.

Keluarga Korban Sriwijaya SJ-182 Diminta Melengkapi Data Antemortem

Nasional sriwijaya air Sriwijaya Air Jatuh Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Loses Contact
Kautsar Widya Prabowo • 17 Januari 2021 14:14
Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri meminta keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ-182 melengkapi data antemortem. Kepala Tim Antemortem DVI Polri AKBP Purnamawati menjelaskan terdapat data primer yang penting dalam proses identifikasi. Data tersebut ialah sidik jari, gigi, dan sampel DNA dari keluarga korban.
 
"Bisa dari saudara, bisa juga dari properti yang dia digunakan. Apa saja? Misalnya jam tangan, yang sudah dipakai tidak pernah dicuci dan dia menggunakan itu bisa dibawa. Topi bisa dibawa, yang sudah dipakai. Kemudian apapun yang digunakan oleh korban terakhir atau belum dicuci, itu bisa dibawa untuk sampel DNA," ujar Purnamawati dalam konferensi pers, di Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, Minggu, 17 Januari 2021.
 
Baca: 24 Korban Sriwijaya SJ-182 Teridentifikasi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, informasi terkait gigi korban dapat diperoleh melalui catatan dokter atau foto korban yang memperlihatkan giginya. Sedangkan data sidik jari akan dicocokan melalui data kependudukan, seperti elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) hingga ijazah. 
 
"(Data) Itu bisa diinformasikan ke kami sebagai data yang sangat baik dan diperlukan untuk tim antemortem dan dalam proses identifikasi ini," jelasnya. 
 
Kemudian keluarga juga bisa memberikan data sekunder untuk memperkuat data primer. Data itu seperti ciri fisik korban hingga properti yang digunakan korban dalam penerbangan. 
 
"Misalnya baju yang dipakai, sepatu yang dipakai, akan ditanyakan. Ukurannya berapa, ikat pinggang yang digunakan, tas yang dipakai, jam yang dipakai, anting-anting yang dipakai, cincin yang dipakai, semua yang digunakan. Paling enak (kalau) foto (properti) ada," jelasnya. 
 
Pihaknya akan mendalami seluruh data primer dan sekunder yang diserahakan keluarga korban. Data itu akan dicocokan dengan data postmortem atau bagian tubuh hingga properti korban yang ditemukan Tim SAR gabungan. 
 
Sementara itu Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko menyebut hingga saat ini telah diterima sebanyak 188 kantong jenazah. Sedangkan sampel DNA yang telah diterima sebanyak 351 sampel.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif