Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polisi Jemput Paksa Alumnus PPRA Lemhannas

Nasional hoax Omnibus Law UU Cipta Kerja
Media Indonesia • 13 Oktober 2020 10:24
Jakarta: Polisi menjemput paksa pengamat sosial politik sekaligus alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lemhannas 2018, Anton Permana. Anton ditangkap di rumah saudaranya.
 
"Iya Anton pukul 24.00-02.00 WIB ditangkap di Rawamangun di rumah saudaranya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, kepada Media Indonesia, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Awi menjelaskan penangkapan dilakukan lantaran Anton diduga mengunggah tulisan yang tidak benar terkait Omnibus Law Cipat Kerja di Facebook dan WhatsApp. Anton diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi juga menangkap lima aktivis lainnya, yakni aktivis perempuan Makassar Videlya Esmerella, Ketua KAMI Sumut Khairi Amri, dan penulis sekaligus mantan caleg PKS Kingkin Anida.Kemudian, aktivis PII Kholid Saifullah dan anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan.
 
Awi menjelaskan Syahganda ditangkap oleh penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri. Petinggi KAMI itu diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
"Iya terkait dengan ITE, kami jemput di rumahnya," ujar dia.
 
Baca: Diduga Sebar Hoaks, Petinggi KAMI Ditangkap
 
Syahganda tidak didampingi kuasa hukum saat ditangkap oleh polisi. KAMI pun tengah menyiapkan tim advokasi untuk mendampingi Syahganda dalam menjalani proses hukum.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif