KPK Cegah Taufik Kurniawan ke Luar Negeri

Juven Martua Sitompul 28 Oktober 2018 00:29 WIB
kasus korupsi
KPK Cegah Taufik Kurniawan ke Luar Negeri
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (tengah) berbicara kepada wartawan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9). Foto: Antara/Dhemas Reviyanto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan untuk bepergian ke luar negeri. Surat pencegahan telah dikirimkan penyidik ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

"Surat permohonan cegah diterima dari KPK Jumat 26 Oktober," kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Theodorus Simarmata saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Sayangnya, Theodorus menolak menjelaskan detail soal surat pencegahan tersebut. Termasuk, soal kasus yang menyeret politikus Partai Amanat Nasional (PAN) hingga dicegah bepergian ke luar negeri.


Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengamini pencegahan Taufik tersebut. Namun, dia memastikan status Taufik masih sebagai saksi. Saut juga menolak mengungkap kasus yang membelit wakil legislator RI tersebut.

"Status (tersangka) belum, kalau sudah segera diumumkan," kata Saut dikonfirmasi terpisah.

Taufik sudah pernah diperiksa dalam pengembangan kasus dugaan suap proyek yang bersumber dari DAK pada APBN 2016, senilai Rp100 miliar. Pemeriksaan dilakukan karena Taufik diduga mengetahui ihwal pengurusan anggaran itu.

Nama Taufik juga pernah disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa pengusaha asal Kebumen, Khayub Muhammad Lutfi, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu, 4 Juli 2018 lalu.

Dalam persidangan, Bupati nonaktif Kebumen Yahya Fuad menyebut Taufik telah menerima uang sebesar Rp3,7 miliar. Uang itu berkaitan dengan pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN.

Tak hanya itu, Yahya juga mengaku telah melakukan pertemuan dengan Taufik sebanyak dua kali di Semarang dan Jakarta. Pada pertemuan itu, ada kewajiban 5 persen yang harus diberikan jika DAK sebesar Rp100 miliar cair. Uang fee itu diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id