Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Foto: Antara/Sigid Kurniawan..
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Foto: Antara/Sigid Kurniawan..

KPK Dalami Keterlibatan Eks Sekretaris MA

Nasional suap di ma
Faisal Abdalla • 27 Desember 2018 18:39
Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami keterlibatan mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dalam kasus suap Panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Edy Nasution oleh eks bos Lippo Group, Eddy Sindoro. Nama Nurhadi sempat disinggung dalam dakwaan Eddy.
 
"Itu bagian dari pembuktian, nanti pokoknya," kata Jaksa KPK Abdul Bashir usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Abdul enggan berkomentar lebih jauh terkait dugaan keterlibatan Nurhadi. Namun dia memastikan semua pihak yang tercantum dalam dakwaan, akan dibuktikan perannya di persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam surat dakwaan Eddy, Nurhadi disebut-sebut sempat menghubungi Edy Nasution agar segera melimpahkan berkas Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan PT Across Asia Limited (AAL) ke Mahkamah Agung.
 
Edy Nasution diduga menerima suap dari Eddy Sindoro lantaran memproses pengajuan PK PT AAL atas putusan Kasasi MA yang menyatakan PT AAL pailit, padahal batas pengajuan PK selama 180 hari sesuai peraturan perundang-undangan sudah terlampaui.
 
Untuk membuktikan keterlibatan Nurhadi, Jaksa KPK tak menutup kemungkinan bakal menghadirkan yang bersangkutan di muka persidangan.
 
"Nanti kita akan buktikan, pokoknya apa yang tertulis dalam dakwaan akan kita buktikan semua, termasuk apa korelasinya, pak Nurhadi dan Pak Eddy Sindoro, nanti itu materi pembuktian.
Pokoknya semua yang relevan untuk jadi saksi insha Allah kita panggil," tandas Abdul.
 
Eddy Sindoro didakwa menyuap Edy Nasution sebesar Rp100 juta terkait penundaan proses aanmaning PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP). Selain itu, Eddy Sindoro juga didakwa menyuap Edy Nasution sebesar Rp50 juta dan USD50 ribu terkait perkara Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan PT Across Asia Limited (AAL).
 
Baca: Eks Sekretaris MA Disebut di Dalam Dakwaan Eddy Sindoro
 
Atas perbuatannya, Eddy disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana
KPK sendiri sudah beberapa kali memanggil Nurhadi sebagai saksi untuk Eddy Sindoro.
 
Dugaan keterlibatan Nurhadi dalam kasus suap itu mencuat setelah KPK menggeledah rumahnya pada 21 April 2016. Penggeledahan dilakukan tak lama setelah operasi tangkap tangan terhadap Panitera Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution dan perantara suap Doddy Aryanto Supeno.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif