966 Kasus <i>Body Shaming</i> Dilaporkan ke Polisi
Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Mabes Polri menerima laporan dugaan kasus body shaming atau penghinaan terhadap fisik seseorang. Kasus ini masuk ke dalam kategori penghinaan dan pencemaran nama baik. 

"2018, ada 966 kasus di seluruh Indonesia," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Bigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 28 November 2018.

Menurut Dedi, sebanyak 374 dari 966 laporan body shaming sudah ditangani. Tapi, untuk kasus ini di sosial media, Polri masih berhati-hati.


"Menyangkut UU ITE (Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik) karena membutuhkan saksi ahli ITE, bahasa, dan pidana," imbuh dia.

Dalam menangani kasus ini, polisi juga menggunakan pendekatan edukatif kepada dua belah pihak. Salah satunya, literasi digital agar masyarakat tidak mudah mengejek orang lain dengan sarana media.

Baca: Danilla Ungkap Pengalaman Body Shaming

"Kita mencoba untuk menggunakan pendekatan yang lebih humanis, artinya kita menawarkan agar pelapor dan terlapor duduk bersama untuk saling koreksi," papar dia.

Dedi mengimbau agar masyarakat menyaring apa yang akan diunggah melalui media sosial. Pasalnya, jejak digital dari hal-hal yang dikirim ke dunia digital tidak akan hilang.

"Itu bisa digunakan sebagai alat bukti dalam suatu peristiwa pidana. Orang yang merasa dirugikan, dia punya hak untuk melaporkan ke pihak kepolisian," jelas dia.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id