Rilis Polri terkait penangkapan pimpinan JI Indonesia - Medcom.id/Cindy.
Rilis Polri terkait penangkapan pimpinan JI Indonesia - Medcom.id/Cindy.

Pimpinan Jamaah Islamiyah Indonesia Ditangkap

Nasional terorisme
Cindy • 01 Juli 2019 13:36
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Bekasi, Jawa Barat dan Ponorogo, Jawa Timur. Salah satu tersangka merupakan pimpinan JI Indonesia.
 
"Setelah JI dinyatakan bubar dan melakukan metamorfosa tahun 2007, pelaku berinisial PW dibaiat sebagai amir atau pimpinan yang ada di Indonesia," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Birgjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 1 Juli 2019.
 
PW beserta dua tersangka lain yakni istri PW berinisial MY dan tangan kanan PW berinisial BS ditangkap pada Sabtu, 29 Juni 2019 sekitar pukul 06.12 WIB. Mereka ditangkap di sebuah hotel di Jalan Raya Kranggan Nomor 19, Jatiraden, Bekasi, Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi menuturkan PW alias Abang alias Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arif alias Ahmad Fauzi Utomo memiliki rekam jejak di bidang intelijen pada tahun 2000. PW mengikuti pelatihan militer di Moro dan merupakan angkatan ketiga. Dia juga lulusan S1 Teknik Sipil di sebuah universitas di Jawa.
 
"Artinya, dari sisi intelektual dan kompetensi, yang bersangkutan memiliki kompetensi untuk merakit bom, kemampuan intelijen dan militer. Dia mengikuti pelatihan itu cukup komprehensif," tutur Dedi.
 
Bahkan, kata Dedi, PW aktif dalam peristiwa terorisme seperti bom Bali, rangkaian bom Natal, bom di depan Kedutaan Besar Australia dan terlibat dalam peristiwa Poso pada 2005-2007. Di peristiwa Poso, PW mendukung logistik dan operasional.
 
(Baca juga:Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Ponorogo)
 
“PW memberi masukan kepada jaringannya yang ada di Poso yang kini menjadi kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), serta menyuplai senjata,” katanya.
 
Dari 2013-2018, lanjutnya, PW merekrut orang untuk mengikuti program latihan militer di Suriah. Sebanyak enam kelompok telah diberangkatkan dan berhasil ditangkap di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 
“Kemampuan yang direkrut oleh PW memiliki kemampuan intelijen, kemudian memiliki kemampuan di bidang militer dan pembuatan bom, mampu mengoperasionalkan roket dan memiliki kemampuan sniper,” beber Dedi.
 
Sementara itu, BS yang ditangkap bersamaan dengan PW merupakan penghubung antara pimpinan dengan orang yang direkrut. Dia juga bertugas sebagai sopir PW dan orang kepercayaannya.
 
Tersangka lainnya berinisial A ditangkap di Perumahan Griya Syariah, Blok G, Kelurahan Kebalen, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 30 Juni 2019, sekitar pukul 11.45 WIB. Lalu, tersangka berinisial BT alias Haedar alias Feni alias Gani ditangkap di hari yang sama sekitar pukul 14.15 WIB di daerah Pohijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Jawa Timur.
 
"A orang kepercayaan PW yang membantu dalam pelaksaan tugas menggerakan organisasi JI di Indonesia. Dan BT sebagai penasihat dan asisten dari PW," imbuh Dedi.
 
Dedi menyebut kelompok JI tidak aktif seperti kelompok Jamaah Ansarut Daulah (JAD). Saat ini mereka aktif memperkuat pondasi ekonomi, perekrutan anggota dan pelatihan untuk membangun khilafah di Indonesia.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif