Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa

Sahroni Minta Motif Penyebar Isu Pemerasan Diusut

Nasional kasus pemerasan
Media Indonesia • 16 Januari 2020 20:19
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta polisi mengusut motif penyebaran isu pemerasan yang menimpa AKBP Andi Sinjaya terhadap Budianto. Isu pemerasan yang dilakukan Andi diembuskan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.
 
Namun, Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada upaya pemerasan yang dilakukan Andi terhadap Budianto. Simpulan itu diambil setelah Propam bergantian memanggil Andi dan Budianto.
 
"Oleh karena itu, kepolisian harus mengungkap motif dan kepentingan apa di balik penyebaran fitnah tersebut. Saya katakan fitnah karena hasil pemeriksaan Propam bertolak belakang dengan pernyataan Neta," kata Sahroni, Kamis, 16 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembuktian, kata politisi Partai NasDem itu, perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui duduk persoalan kasus yang sebenarnya. Publik juga harus mendapat informasi yang utuh perihal kasus tersebut.
 
"Supaya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak menyebar informasi hoaks kepada masyarakat. Mekanisme hukum harus berjalan secara proporsional dan profesional," kata dia.
 
Hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada pemerasan Rp1 miliar yang dilakukan oleh AKB Andi Sinjaya sebagai Kasat Reskrim Polres Jaksel kepada pelapor Budionto. "Pemeriksaan sudah selesai dari kedua-duanya dan hasilnya tidak terbukti apa yang selama ini diisukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Isu pemerasan Rp1 miliar itu pertama kali disebarkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Ia menyebut seorang pelapor merasa diperas oleh penyidik Polres Jaksel ketika meminta penyidik segera melimpahkan berkas tersangka ke kejaksaan. Isu itu sempat mengarah ke Kasat Reskrim Polres Jaksel AKB Andi Sinjaya sebagai pelaku pemerasannya.
 
Budianto sendiri telah menyebut pelaku pemerasan terhadap dirinya merupakan seorang mafia kasus yang bukan dari institusi Polri. "Sebetulnya itu ndak ada (AKB Andi Sinjaya memeras, red.)," kata Budianto
 
"Karena perkara ini sudah cukup lama, itu ada beberapa makelar kasus ya. Markus yang menawarkan saya bahwa mereka dapat membantu dari atas sampai ke bawah dan membuat saya percaya," tutupnya.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif