Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

KPK Panggil Ulang Adik Gamawan Fauzi

Nasional korupsi e-ktp
Juven Martua Sitompul • 08 Juli 2019 10:46
Jakarta: Direktur PT Gajendra Adhi Sakti, Azmin Aulia, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adik kandung mantan Mendagri Gamawan Fauzi itu akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el).
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (anggota Komisi VIII DPR Markus Nari)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.
 
Ini merupakan pemanggilan ulang setelah sebelumnya Azmin mangkir pada pemeriksaan Senin, 1 Juli 2019. Penyidik juga memanggil Asisten Manager Keuangan dan Akuntansi PT Sandipala Arthaputra, Fajri Agus Setiawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemeriksaan saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka MN," kata Febri.
 
Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el sejak Juli 2017 lalu. Markus diduga memperkaya diri sendiri, atau orang lain dalam pengadaan paket KTP-el tahun 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.
 
(Baca juga:Arif Wibowo Dicecar Tentang Rapat Pembahasan Anggaran KTP-el)
 
Markus yang saat itu masih duduk di Komisi II diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP-el di DPR. Berdasarkan fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang kepada pejabat Kemendagri, Irman sebanyak Rp5 miliar pada 2012.
 
Namun, Markus baru menerima Rp4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek KTP-el tahun 2013 sebesar Rp1,49 triliun.
 
KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP-el. Kedelapannya yakni Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.
 
Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan divonis pidana penjara.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif